Zaitun Bagaikan Wayang

KAYUAGUNG– Dua bakal calon bupati OKI, HM Yusuf Mekki dan Hj Tartilah Ishak sebelumnya diterpa isu perebutan kekuasaan dalam keluarga, kini giliran bakal calon bupati Zaitun Mawardi yang diterpa isu tak sedap.

Bakal calon bupati yang berpasangan dengan H Herman Thalib ini diwacanakan bagaikan wayang pada Pilkada OKI, Juni mendatang. Pencalonan Zaitun didalangi kepentingan orang tua, kroni dan elit politik. Apalagi, usian Zaitun masih sangat muda, 28 tahun. Belum lagi, minimnya pengalamanan Zaitun di bidang birokrasi dan organisasi politik. Sosok Zaitun dianggap tidak akan mampu memimpin Kabupaten OKI yang punya permasalahan kompleks.

Pendapat kontra ini dilontarkan sejumlah tokoh pemuda, masyarakat dan warga dari Kecamatan Sirah Pulau Padang, Mesuji dan Cengal saat dimintai komentarnya secara terpisah kemarin. Sirni Lestari, tokoh pemuda di Kecamatan Sirah Pulau Padang, menuturkan, minimnya pengalaman dan persiapan Zaitun, sangat terlihat pada saat sosialisasi terkait pencalonannya.

Zaitun mirip wayang yang hanya digerakkan oleh dalang yang punya skenario. “Keberadaan Pak Mawardi Yahya saat sosialisasi Zaitun, dipertanyakan kapasitasnya, karena dia (Mawardi Yahya) saat ini masih menjabat Bupati Ogan Ilir. Mengapa dia ikutikutan berbicara di depan masyarakat, meskipun orangtuanya Zaitun, seharusnya urusin saja Ogan Ilir,” ujar Sirni.

Menurut dia, publik yang memahami politik tentu menilai kehadiran Mawardi Yahya pada sosialisasi Zaitun sangat tidak layak. Mawardi Yahya yang merupakan kader senior di Partai Golkar seharusnya memberikan kebebasan kepada Zaitun. “Secara rasional, siapa pun tidak akan menerima kehadiran Mawardi Yahya pada setiap sosialisasi Zaitun ke desa-desa di OKI. Apalagi, setiap orasi, selalu menjelek-jelekan kandidat lain,” ungkap dia.

Suprat, tokoh masyarakat Kecamatan Cengal, mengatakan, meskipun Zaitun gencar melakukan sosialisasi di wilayahnya, hal itu belum mampu mencari simpatik warga secara umum. Alasannya, juga sama, figur Zaitun dianggap minim pengalaman birokrasi, minim pengetahuan politik dan masih banyak lagi. Menanggapi wacana Zaitun hanya sebagai wayang yang didalangi sekelompok orang yang mempunyai kepentingan, mendapat reaksi dari Ketua DPD PKS OKI Askweni.

Selain diusung Golkar dan PPP, Zaitun juga didukung PKS. Menurut Aksweni, yang terpenting calon pemimpin harus punya konsisten seperti Zaitun yang merupakan jagoannya. Dalam sejarah, banyak pemimpin di Indonesia yang berasal dari kalangan muda. Menurutnya, wacana itu hanyalah diembuskan segelitir orang. “Pemimpin muda pastinya masih idealis, tidak semata-mata mementingkan kekuasaan dan materi. Karena pemimpin muda belum terkontaminasi dengan kepentingan pribadi,” ujar Askweni.

Jika Zaitun nanti terpilih menjadi bupati, tentu dalam bekerja akan dibantu banyak pihak, yakni seluruh SKPD di jajaran Pemkab OKI. “Peran bupati sebagai manajer. Bupati bisa melibatkan badan, dinas dan kantor pemerintahan, bisa memanfaatkan tenaga ahli, lembaga independen, konsultan dan lainnya. Saya yakin, Zaitun mampu,” katanya. m rohali

Jumat 08 November 2013

Related News