Menyerah Pada Ketinggian

Lionel Messi (atas) gagal membawa Argentina mengatasi Bolivia pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 di La Paz, Selasa (26/3). Kedua tim berbagi angka 1-1 di laga ini.

LA PAZ– Daya fisik manusia tetap memiliki batasan. Ini juga yang dialami Argentina saat melakoni laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan tuan rumah Bolivia di La Paz, Selasa (26/3).

Akibat gagal beradaptasi dengan tipisnya oksigen saat melakoni laga dengan lokasi ketinggian 3.600 meter di atas permukaan laut, Lionel Messi dkk hanya mampu bermain imbang 1-1. Messi, yang di Barcelona dikenal mampu berlari selama 90 menit, terlihat kepayahan dengan alam La Paz yang tak bersahabat.

Dia bahkan sempat dibantu oksigen untuk menolong fisiknya. Rekan setimnya yang bermain di Real Madrid Angel Di Maria juga melakukan tindakan sama dengan meminta bantuan oksigen guna membantu pernapasannya. Dengan fisik yang tak mendukung, Argentina pun gagal memainkan kualitas terbaik. Justru, La Verde, julukan Bolivia, yang pada pertemuan terakhir saat Kualifikasi Piala Dunia 2010 sempat mengalahkan Argentina 6-1 di tempat sama, memimpin terlebih dahulu melalui gol Marcel Martins melalui sundulannya pada menit ke-25.

Beruntung Albicelesteyang sebelumnya tampil impresif dengan menggulung Venezuela 3-0 di Buenos Aires, Jumat (22/3), sukses menyamakan keadaan melalui Ever Banega sesaat sebelum jeda. Hasil ini tetap menempatkan Argentina di puncak klasemen Zona CONMEBOL. Sementara Bolivia tetap berada di posisi kedua dari bawah dari enam peserta kualifikasi. Laga ini juga dimanfaatkan Presiden Bolivia Evo Morales yang terkenal sebagai penggila sepak bola menunjukkan apresiasinya. Seperti yang dilakukannya terhadap Messi. Morales tak melewatkan kesempatannya bertemu Messi saat Argentina melakoni laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan timnas negaranya.

Setelah laga digelar, secara khusus Morales memberikan cendera mata berupa “poncho” kepada pemain berjuluk Si Kututersebut. Poncho adalah kain tradisional khas Bolivia dan warga Amerika Selatan pada umumnya yang berfungsi sebagai penghangat badan ketika kedinginan. Kain ini dipakai untuk menutupi tubuh dengan cara memakainya seperti memakai baju biasa.

“Saya memang meminta kepada kanselir untuk mengagendakan pemberian penghargaan kepada pesepak bola terbaik di planet ini. Saya sedikit mengikuti kiprah Messi, melihatnya bermain, dan melihat gol-golnya. Dia memiliki kemampuan luar biasa,” ungkap Morales, dalam wawancara sebelum pemberian cendera mata tersebut, seperti dikutip Marca. Sebagai balasan atas pemberian sang presiden, Messi pun memberikan kaus bernomor 10 atas nama dirinya. Morales pun tampak senang mendapatkan kaus dari pemain terbaik dunia tersebut.

“Saya benar-benar kagum dan menghormatinya,” ungkap Morales. Agenda pemberian poncho oleh Morales sepertinya bisa menjadi obat pelipur lara bagi Messi karena 90 menit sebelumnya dia gagal membawa negaranya memenangkan partai berat ●sugeng wahyudi

Sabtu 09 November 2013

Related News