BANTU MANDIRIKAN WANITA

Para perempuan yang tidak mampu secara finansial diberikan pelatihan agar bisa hidup mandiri. Hasilnya, sudah banyak perempuan yang berwirausaha budi daya lele atau menjadi pemasok oleh-oleh tradisional.

Sahabat Wanita bergerak dengan melakukan berbagai pelatihan dan pembangunan ekonomi. Caranya, dengan mendirikan pusat pembelajaran komunitas atau community learning centre (CLC) untuk wadah para perempuan berkumpul, berbagi, dan mengikuti serangkaian pelatihan pemberdayaan bidang sosial dan ekonomi kewirausahaan.

Sejak didirikan pada 2009, yayasan dan koperasi Sahabat Wanita telah mencakup daerah di DKI Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Jombang, Jember, Pamekasan, dan Bangka Tengah. “Rumah Sahabat di Jombang, Jember, dan Pamekasan telah mampu di-handover kepada komunitas untuk dijalankan, dikelola, dan dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Nenny Soemawinta, Managing Director Foundation dan pengurus Sahabat Wanita.

Selain didukung penuh oleh perusahaan nasional terkemuka Indonesia, Sampoerna, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah. “Program pemberdayaan wanita yang dijalankan oleh Sahabat Wanita melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan, organisasi, dan asosiasi di dalam dan luar Indonesia, seperti HMS, Deutsche Bank, CIMB Foundation, Allianz, Telkom, JNE, Asian Foundation, Santa Fe, Mustika Ratu, dan sebagainya,” lanjutnya.

Dengan jumlah perempuan yang telah bergabung dalam komunitas sebanyak 2.500 orang, perkembangannya terlihat jelas dengan adanya beberapa kegiatan terpadu. Misalnya Komunitas Kebon Bawang di Jakarta Utara yang melakukan aksi posyandu dan memberi pelayanan dan pelatihan kecantikan dan kesehatan bagi ibuibu di sekitar lingkungan tersebut, atau Komunitas Petani Mekarwangi di Tangerang yang memberikan pelatihan budi daya sayuran organik, composting, dan pemanfaatan sisa lahan untuk budi daya lele sangkuriang.

Sahabat Wanita juga berperan menjembatani pemasaran hasil produksi ke pasar-pasar tradisional dan modern di daerah Bintaro dan BSD untuk tambahan pendapatan petani. Sementara, di Bogor ada Komunitas Bantar Kambing untuk membina para perempuan di bidang makanan tradisional, motivasi kewirausahaan, pengelolaan keuangan, teknik pengolahan pangan, dan kebersihan serta gizi yang baik hingga para perempuan ini mampu menjadi pemasok makanan dan oleh-oleh tradisional di Bogor.

“Awal 2013, Sahabat Wanita sedang dalam upaya membuka area baru di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, untuk melakukan pemberdayaan wanita di desa-desa terpencil setempat melalui pemanfaatan pandan menjadi produk kerajinan,” kata Nenny.

Para perempuan yang tergabung dalam Sahabat Wanita mengaku sangat terbantu dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan hidup dirinya dan keluarga, serta menjadi lebih mandiri dalam mendapatkan penghasilan.

“Saya ikut pelatihan keterampilan limbah kain perca. Dari pelatihan, saya tahu kain perca bisa dijadikan produk kerajinan yang bisa menambah penghasilan saya untuk keluarga. Menyenangkan dan bermanfaat karena pengajarnya berkualitas,” ungkap Mulyana yang mengikuti kegiatan Sahabat Wanita di Kurau, Kabupaten Bangka Tengah. elfa putri setyanti

Senin 11 November 2013

Related News