Sampah 750 Ton per Hari, Pemkot Putar Otak

CIMAHI – Volume sampah di Kota Cimahi sekitar 720 ton per hari. Pemerintah setempat pun akan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi Bambang Arie Nugroho mengaku, persoalan sampah di Cimahi cukup menyulitkan. Terlebih, hal tersebut dipengaruhi dari laju pertumbuhan penduduk sehingga sampah yang dihasilkan bertambah. “Sudah saatnya pengelolaan dapat ditingkatkan dengan upaya lebih nyata dan berkelanjutan,” ujar Bambang kepada KORAN SINDO,kemarin. Menurut dia, menghilangkan tumpukan sampah dengan membakarnya bukan cara yang tepat. Sebab, Jika hal itu dilakukan, sisa pembakaran dapat menghasilkan senyawa yang berbahaya begitupun seandainya tumpukan sampah dibiarkan.

” Pengelolaan dengan 3R (reduce, refuse, recycle) dan mengembangkan bank sampah adalah solusi yang patut dikembangkan seiring tingginya volume sampah,” tuturnya. Menurut dia, melalui upaya tersebut setidaknya sampah yang dihasilkan dapat dikelola agar memiliki nilai ekonomis. Sayangnya, kata Bambang, kesadaran masyarakat untuk membuat sampah pada tempatnya masih rendah.

“Pemkot berharap, dinas terkait dapat pula meningkatkan sosialisasi agar tercipta keseimbangan terutama dalam penanganan sampah yang merupakan tanggung jawab bersama,” tuturnya. Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi Ade Ruhiyat mengatakan, saat ini pihaknya hanyamampumengelola 67% sampah dalam setiap hari. Namun, lanjut Ade, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan di antaranya menggencarkan 3R dan kini mengembangkan bank sampah.

“Sesuai data, volume sampah di Cimahi kini meningkat 15% jika dibanding tahun sebelumnya sekitar 600 ton, kami pun akan meningkatkan dalam pengelolaannya,” ungkapnya. Menurut dia, program 3R maupun bank sampah merupakan alternatif di tengah tingginya volume sampah. ●dila nashear

Senin 11 November 2013

Related News