2.000 Rumah di Palopo Terendam Banjir

PALOPO - Hujan lebat yang mengguyur Kota Palopo petang kemarin menyebabkan banjir melanda beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Wara dan Wara Timur.

Hingga pukul 20.00 Wita tadi malam, sedikitnya 2.000 rumah warga terendam banjir. Di Perumahan Cakalang dan Cakalang Baru, ratusan rumah terendam air setinggi lutut. Warga yang panik mengevakuasi barang-barang, termasuk menyelamatkan keluarganya ke tempat yang lebih aman. Kabag Humas dan Protokol Pemkot Palopo, Muh Ansir Ismu mengatakan, air yang merendam ratusan rumah warga disebabkan luapan air sungai Amasangan. “Air meluap karena saat volume air sungai meninggi akibat hujan, air laut juga pasang,” kata Ansir tadi malam.

“Kami terpaksa mengangkat barang-barang karena air sudah setinggi lutut,” kata Firman, 35, warga Cakalang Baru, Kelurahan Surutanga, tadi malam. Warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Amasangan, sungai yang membelah Kota Palopo dari hulu Latuppa, juga panik. Sebab, debit air hingga tadi malam juga semakin tinggi. Bahkan, di daerah Belimbing, air telah meluap merendam rumah-rumah penduduk dan menutupi ruas jalan. Jika hujan tidak berhenti, dikhawatirkan banjir akan semakin tinggi sehingga membahayakan keselamatan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Di wilayah PonjalaE, ratusan rumah penduduk juga terendam banjir.

Permukiman padat penduduk di Kecamatan Wara Timur ini, terendam banjir akibat luapan Sungai Amasangan yang berhilir di pesisir PonjalaE. Sepanjang Jalan H Hasan, Kelurahan Amasangan, air menutupi ruas jalan, termasuk Jalan Andi Djemma. yakni mulai pertigaan Andi Djemma-KH Ahmad Dahlan hingga depan Kantor Telkom terendam hingga kendaraan tidak bisa melewati jalan utama di Palopo ini. Banjir semakin meluas, karena air sungai Amasangan semakin meluap hingga di Jembatan Bolong.

Ratusan rumah penduduk di lokasi ini ikut terendam banjir. Tak hanya itu, wilayah hulu Latuppa, mengalami longsor, mulai Km 7-Km 8. Akibatnya, akses jalan di daerah ini tertutupi longsoran. “Kita belum mendata berapa total rumah warga yang terendam banjir ini, tetapi angkanya diprediksi mencapai 2.000-an rumah. Ini banjir cukup besar, karena melanda hampir semua wilayah pesisir hingga kawasan Belimbing, termasuk daerah Latuppa,” kata Ansir.

Sementara itu, tadi malam, aparat Satlantas Polres Palopo menutup jalan yang terendam banjir karena ketinggian air telah mencapai sekitar 30 cm. “Jalan yang terendam banjir ditutup, karena air terus meninggi. Kendaraan tidak diperkenankan melintasi jalan-jalan yang tertutupi banjir,” kata Kasatlantas Polres Palopo, AKP Agung Roy Marantika. ●chaerul baderu

Senin 11 November 2013

Related News