Stadion Gelora BLA 100% Rampung

Wali Kota Bandung Dada Rosada didampingi Wakil Wali Kota Ayi Vivananda saat mencoba menendang bola ke arah gawang di Gelora Bandung Lautan Api (BLA), Gedebage, Kota Bandung, kemarin.

BANDUNG– Pembangunan Stadion Utama Sepak Bola Gelora Bandung Lautan Api (BLA) di Kecamatan Gedebage telah rampung 100%.

Akan tetapi, kebutuhan infrastruktur pelengkap sebagai stadion berstandar internasional membuat Gelora BLA belum dapat digunakan untuk pertandingan. “Kondisinya memang masih banyak kekurangan. Akhir tahun akan dimulai pembangunan tahap dua. Kondisi saat ini telah dimiliki lantai dasar, satu, dua, tiga, dan empat dengan kapasitas 35.000 penonton. Tapi yang perlu dibangun yakni perparkiran yang dapat menampung 50 bus, 2.500 mobil, 1.700 motor, di tanah seluas 24,5 hektare ini,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Bandung Rusjaf Adimenggala usai meninjau Gelora BLA bersama Wali Kota Bandung Dada Rosada, kemarin.

Pihaknya menargetkan pada 2016 mendatang target total penyelesaian tercapai, karena Gelora BLA telah menjadi pusat pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON). “Kasat mata sudah siap pakai, tapi untuk ada pertandingan perlu ada uji kelayakan dari organisasi FIFA,” ungkapnya.

Meski begitu, sebagian besar unsur pembangunan berstandar internasional disebut telah memenuhi syarat. Di antaranya 290 unit kloset di 796 unit toilet di empat lantai yang tersebar di 88 lokasi, kemudian papan skor dan sistem suara terbaik, dan daya listrik 2.225 watt menggunakan genset.

Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Gelora BLA Yayat Ahmad Sudrajat, tempat parkir sedang dikonsep menjadi sarana kreasi olahraga dan ruang terbuka hijau (RTH). “Inginnya area parkir yang bisa ditanami untuk melindungi lahan parkir. Untuk dapat sertifikasi dari FIFA harus ada lapangan parkir, tapi bukan lahan parkir biasa,” ujar Yayat.

Wali Kota Bandung Dada Rosada pun mengatakan, di lahan parkir atau sekitar gedung akan disediakan ruangan-ruangan kantor yang dapat disewakan. Antara lain, bagi sekretariat organisasi olahraga atau cabang olahraga indoordan outdoor, serta lahan rekreasi keluarga. “Tanah yang dibutuhkan untuk lahan parkir 20 hektare lagi serta lapak resmi untuk pedagang insidental, dan usaha tetap yang bisa disewakan. Warga sekitar SUS, yaitu warga Rancanumpang diprioritaskan,” kata Dada.

Dia mengaku sudah banyak sponsor yang menawarkan diri untuk mengelola SUS, namun Dada menilai perlu ada lelang untuk memilih sponsor yang tepat. Akses jalan menuju SUS saat ini hanya mengandalkan Jalan Cimincrang dari arah Jalan Soekarno-Hatta. Ke depannya, akses melalui tol Padaleunyi pun akan dibuka yakni di KM 149. Selain itu, dari arah Kabupaten Bandung bisa melalui Jalan Derwati yang akan dilebarkan dua kali lipat.

“Pusat yang memprogram simpang susut dari kilometer 149, DBMP (Dinas Bina Marga dan Pengairan) hanya pengerasan sejajar tol Jalan Derwati dan Cimincrang,” kata Kepala DBMP Kota Bandung Iming Ahmad. Selama ini, pintu kilometer 151 telah dibuka sebagai akses untuk pembangunan SUS dan akan habis izinnya pada 2013. gita pratiwi

Sabtu 11 Mei 2013

Related News