Pohon Harus Steril dari Baliho Sosialisasi

Seorang pengendara motor melintas di Jalan Sriwijaya kemarin. Di sepanjang jalan itu banyak baliho dan spanduk cagub/cawagub Jateng yang dipasang di pohon. Pemandangan itu juga terlihat di beberapa jalan lain di Kota Semarang.

SEMARANG – Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng pada 26 Mei mendatang, baliho dan spanduk pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) makin banyak bertebaran di sejumlah lokasi. Banyak di antaranya yang dipasang tanpa memperhatikan estetika kota dan bisa merusak lingkungan, misalnya dipasang dengan dipaku di pohon tepian jalan.

Pantauan KORAN SINDO, banyak pohon di jalan protokol di Kota Semarang yang dijadikan tempat pemasangan baliho dan spanduk sosialisasi kandidat. Misalnya di Jalan Sriwijaya, Jalan Panjaitan, Jalan Singosari, dan Jalan Ngaliyan. Cara pemasangan seperti ini akan merusak dan mengganggu pertumbuhan pohon.

“Para cagub, terutama simpatisan dan tim suksesnya, benar-benar tidak memperhatikan dampak pemasangan baliho dan spanduk dengan cara dipaku pada pohon. Hal ini dikarenakan, mereka tidak memiliki prespektif lingkungan sama sekali,” kata Campaigner Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Ja wa Tengah Arief Zayin saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Arief menjelaskan, memaku pohon bisa membunuh tumbuhan itu secara perlahan. Menurut dia, para cagub dan simpatisan belum memahami betapa pentingnya pohon bagi kehidupan manusia. “Pohon adalah satu-satunya yang dapat mengubah gas karbondioksida (Co2) menjadi oksigen (O2) yang sangat dibutuhkan manusia. Seharusnya kita merawatnya bukan malah menyakiti mereka,” katanya.

K arenanya, Arief menyesalkan langkah cagub yang memasang baliho dan spanduk di pohon. Dia menilai sudah saatnya para kandidat lebih memedulikan lingkungan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Saat ini dari ketiga pasangan kandidat belum ada yang membawa isu lingkungan kepada masyarakat. “Padahal isu itu penting mengingat kerusakan lingkungan di Jateng sudah sangat parah,” ujar Arief.

Harus ada tindakan konkret dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Pemkot Semarang dengan membuat peraturan tegas terkait masalah ini. Arief berharap ada teguran juga hukuman kepada mereka yang melanggar. “Pemerintah harus segera turun tangan, jangan dibiarkan mereka leluasa memasang spanduk dan baliho di pohon. Baliho yang sudah terpasang harus segera dicopot karena selain ilegal, dapat merusak lingkungan dan kehidupan pohon itu sendiri,” tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang pengawasan dan pengendalian Dinas Penerangan Jalan dan pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang Anton Siswartono mengaku, kalau memang ada reklame atau spanduk bergambar cagub yang dipasang di tempat larangan, pihaknya akan menertibkannya.

Tempat larangan di Semarang yang tidak diperbolehkan dipasang spanduk atau baliho cagub, di antaranya jembatan penyeberangan orang (JPO), tiang listrik, pohon, taman, kawasan Tugumuda, bandara, pelabuhan, terminal, kantor pemerintah, kantor TNI/Polri, tempat ibadah, dan sekolah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi masalah ini. Jika memang spanduk tersebut dipasang di daerah larangan, kami akan langsung menertibkannya,” tandasnya. andika prabowo

Jumat 08 November 2013

Related News