ikat Balap Liar, Polisi Dilaporkan

BATU– Dua oknum polisi berinisial V dan R, dilaporkan memukul dan menendang Agung Febrianto,15, salah satu siswa SMP di Kecamatan Pujon saat membubarkan balap liar di Jalan Raya Pujon, Minggu (21/4) dini hari.

Kini, keduanya sedang diperiksa Propam Polres Batu. ”Setiap malam Minggu, di Jalan Raya Pujon selalu ramai. Kebetulan malam itu anak saya diajak temannya Rizal Aminuddin untuk membeli gorengan. Saat mereka makan gorengan, tibatiba datang oknum polisi tadi sambil mengacungkan pistol. Motor Yamaha Vixion milik teman anak saya dibawa ke Pos Lantas Polsek Pujon,” jelas Sulianto ayah Agung warga Desa Pujonlor, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Agung dan Rizal akhirnya mendatangi Pos Polisi Polsek Pujon untuk mengambil motor tersebut.

“Anak saya minta penjelasan kepada polisi tadi, kalau mau mengambil motor harus membawa apa? Ternyata dijawab dengan nada sinis. Anak saya disuruh membawa uang yang banyak,” ungkap Sulianto. Polisi sempat menanyakan kepemilikan motor tersebut dan dijawab Agung bahwa Yamaha Vixion itu milik temannya. ”Entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba anak saya dipukul memakai topi polisi lalu ditendang. Kemudian, anak saya pulang dan menceritakan peristiwa yang sudah dialaminya,” kata Sulianto.

Siang harinya, Agung dan Rizal kembali mendatangi Pos Lalu Lintas Polsek Pujon untuk mengambil motornya. Ternyata, sang polisi meminta uang tebusan. ”Oknum polisi tadi minta uang tebusan Rp200.000. Setelah ditawar, polisi setuju dibayar Rp150.000 plus dua bungkus rokok,” ujar Sulianto. Kapolres Batu AKBP M Sumartono saat dikonfirmasi mengakui malam itu tiga polisi berupasaha membubarkan balap liar di Jalan Raya Pujon. Karena teriakan mereka tak diindahkan, polisi mendatangi satu per satu kelompok balapan.

”Semuanya akhirnya kabur. Mungkin kedua anak ini yang tertinggal. Namun, sekali lagi semuanya masih diselidiki Propam,” kata Sumartono. maman adi saputro

Jumat 08 November 2013

Related News