Infrastruktur Belum Memuaskan

MEDAN –Kondisi infrastruktur di kota masih menjadi persoalan utama yang dihadapi Pemko Medan. Masyarakat kerap mengeluhkan buruknya infrastruktur seperti drainase, taman kota, dan jalan di semua kecamatan.

Keluhan ini kerap ditemui setiap agen da reses anggota DPRD Me - da n. Masalah infrastruktur se - lalu dipertanyakan. Mengingat ja rang aspirasi masyarakat ter - sebut t erealisasi. Bahkan, sudah bertahun-tahun disampaikan tidak juga diperbaiki. Buruknya infrastruktur di Kota Medan ti - dak hanya di satu wilayah, tapi merata, seperti di Medan Area, Medan Kota, dan lainnya.

Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis mengaku setiap ke - luh an atau aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses DPRD Medan maupun dialog lang sung antara masyarakat de - ngan Wali Kota Medan Ra hud - man Harahap, ketika me la ku kan blusukan ke kecamatan te tap di - tampung. Bahkan, setiap in for - masi tersebut langsung di sam - paikan kepada SKPD ber kait an untuk ditangani. “Tetap kita tampung dan sampaikan kepada SKPD terkait,” katanya kemarin.

Dia menjelaskan, sebagian sudah ada yang ditangani lang - sung oleh masing-masing SKPD, baik itu jalan, drainase, taman kota, dan lainnya. Apabila masih ada masyarakat mengeluhkan dan terus menyampaikan, dia me nilai hal itu wajar. Sebab, tidak serta-merta semua bisa di - tangani langsung secara me nye - luruh. “Tidak bisa semua di pe - nuhi langsung. Ada keterba tasan dana. Namun, kondisinya tidak seperti dulu. Sudah ada perubahan,” katanya.

Pria yang sebelumnya men ja - bat sebagai Kepala Bappeda Kota Medan ini menambahkan, sistem pengerjaan tidak hanya difokuskan di satu titik, tapi merata. Perbaikan juga tidak berulang, tapi berpindah, se - hingga siapapun kepala SKPDnya harus tahu apa yang sudah dikerjakan, sedang dikerjakan, dan akan dikerjakan. Dengan begitu, apa yang dikerjakan mem buahkan hasil dan bisa me - nyusun tujuan ke depan.

“Apa yang dikerjakan saat ini bukan tidak hasil, harus ada hasil. Apa yang sudah dilakukan ti dak serta-merta dilakukan lagi. Harus pindah ke daerah lain. Jadi pimpinan juga harus tahu apa yang dilakukan ke de - pan. Misalnya, di inti kota sudah 100% maksimal, pengerjaan tidak lagi dilakukan di sana, tapi harus pindah ke daerah ping gir - an,” katanya. Sementara itu, Anggota Ko - misi D DPRD Medan Jumadi mengatakan, infrastruktur di Kota Medan ini tidak tertata dengan baik.

Dia men con toh - kan masalah drainase. Akibat ti - dak maksimal timbul genangan air. Hal ini tidak ada perawatan maksimal dilakukan. Dia mengungkapkan, begitu juga masalah perbaikan dan pem bangunan jalan. Diduga ba - nyak permainan dilakukan ok - num tertentu, terutama dalam ke tebalan aspal. Banyak penger - ja an tidak sesuai aspek. Se ha - rusnya standar 3,7 cm, dibuat 2 cm.

Akibatnya kondisi jalan tidak bertahan lama. Bahkan, pengawasan setiap pengerjaan tidak berjalan. Politisi PKS ini meng ung kap - kan, ini yang menjadi persoalan utama keluhan masyarakat ter - ha dap tidak maksimalnya in - frastruktur terus disampaikan.

Masyarakat sudah kesal dengan kondisi ini. Apabila tidak segera disahuti, bukan tidak mungkin mereka terus menyuarakannya sampai ada perbaikan. reza shahab

Selasa 03 Desember 2013

Related News