Oknum TNI Rampok Mobil ATM

BANDUNG– Oknum anggota TNI aktif Kopral DSB, 32, terlibat perampokan mobil pengantar uang G4S Securicor Cash Service yang dikawalnya pada Minggu (28/4) lalu.

Diketahui DSB bekerja sama dengan DF, 30, (desersi TNI dengan pangkat terakhir pratu) dan AS, 31. Sebelummelakukanaksinya, mereka menyusun rencana awal untuk melakukan perampokan di wilayah Gasibu, Kota Bandung. Pada Minggu (28/4) sekitar pukul 01.00 WIB, DBS melakukan pengawalan mobil G4S dari Jalan Suci dan mengisi ATM di Jalan Sunda. Sementara dua pelaku lainnya, DF dan AS, menguntit dari belakang dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan, untuk melancarkan aksinya para pelaku berbagi tugas. “Setelah melakukan pengisian ATM, pelaku AS dan DF menodongkan pistol dan alat setrum ke dua petugas Deden Sudiri Mulyawan dan Dolli Indra Nasution. Sedangkan DSB berpura-pura ditodong dan membiarkan dua pelaku melakukan aksi,” tuturnya.

Rakhman mengatakan, setelah dua pegawai dilumpuhkan dan diikat, mobil dibawa ke arah Cianjur. Dua korban yang sudah tidak berdaya dibuang di Saguling, Kabupaten Bandung, dan satu orang lagi dibuang di wilayah Cianjur dengan mobilnya. “Para pelaku berhasil membawa uang dalam beberapa karung yang masih tersegel sebesar Rp2,99 miliar,” ungkapnya.

Dari hasil perampokan uang dibagi-bagikan dengan jumlah berbeda sesuai dengan peran masing- masing pelaku. Pelaku AS mendapatkan bagian sebesar Rp650 juta yang berperan memegang alat kejut dan mengamankan Deden, pelaku DSB sebesar Rp1miliar sebagai otak dan perencana sekaligus petugas yang melakukan pengawalan, serta DF mendapatkan bagian sekitar Rp1 miliar lebih yang bertugas menyiapkan alat kejut, senjata tajam, lakban, dan membawa mobil.

Dari hasil pemeriksaan saksi yang berjumlah delapan orang, polisi sudah memiliki data awal para pelaku. Untuk itu, sebagian polisi melakukan pengejaran ke beberapa daerah, Cianjur, Bogor, Sumedang, Garut, Sukabumi, Bekasi, dan beberapa tempat di Kota Bandung. Setelah melakukan pengejaran selama empat hari, kata Rakhman, anggota menangkap AS pada 3 Mei 2013 di rumahnya Jalan Bumiasri, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Selanjutnya DBS ditangkap di Kabupaten Cianjur. “Saat ini pelaku AS ditahan di Polrestabes Bandung, sedangkan DSB ditangani pihak POM DAM III Siliwangi untuk menjalani proses pemecatan. “Untuk pelaku DF masih belum ditangkap dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” ungkap Rakhman.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya satu unit mobil Suzuki Panther, satu karung segel rusak, tujuh kotak reject, lima karung kosong, potongan lakban, karung segel rusak berisi uang untuk ATM BCA sebesar Rp230 juta, kotak reject berisi uang sebesar Rp450 juta, uang tunai sebesar Rp550 juta, dan satu unit handphone hasil kejahatan AS.
 
Sedangkan barang bukti hasil kejahatan DSB di antaranya satu unit rumah di Margaasih, satu mobil Avanza, emas Rp28 juta, dan rekening BCA yang saldonya Rp250 juta diblokir. Sementara itu, AS yang sehari- hari berjualan kelontongan mengaku dirinya ikut komplotan perampok karena dipaksa dan diiming-imingi uang sebesar Rp400 juta.

AS bertugas melumpuhkan dua pegawai dengan senjata kejut serta mengikatnya. Perampokan direncanakan tiga minggu sebelumnya. Para pelaku dijerat Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 9-12 tahun penjara. raden bagja mulyana

Rabu 13 November 2013

Related News