Cakka Harus Patuhi Hasil Survei

BELOPA – Incumbent di Pilkada Luwu Andi Mudzakkar (Cakka) yang diusung Partai Golkar harus menjadikan hasil survei sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan calon pendampingnya.

Alasannya, dia akan menghadapi lawan tangguh, Basmin Mattayang-Syukur Bijak (Baik) yang diusung Partai Demokrat dan Hanura, sehingga harus mencari pendamping yang bisa mendongkrak perolehan suaranya di pilkada nanti. “Survei yang dilakukan untuk menjaring calon wakilnya benar-benar dilaksanakan untuk menentukan figur terbaik dari 13 kandidat yang melamar di Golkar. Jadi, Andi Cakka harus siap berpasangan dengan kandidat yang ditetapkan melalui mekanisme survei di Golkar,” ujar Korwil Luwu Raya DPD II Partai Golkar Armin Mustamin Toputiri kemarin.

Armin juga tak menampik beberapa tokoh masyarakat, pemuka adat, dan tokoh agama dari wilayah Walenrang dan Lamasi (Walmas) menyarankan agar calon pendamping Andi akka harus berasal dari wilayah Walmas. Alasannya, untuk menandingi kekuatan Syukur Bijak di wilayah utara Kabupaten Luwu tersebut. “Saran ini juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan calon pendamping Cakka, tetapi tidak terlepas dari mekanisme yang berlaku di internal Golkar, yakni hasil survei,” tuturnya.

Salah seorang tokoh adat Walmas Amsal Sampetondok menyarankan Andi Cakka agar berpasangan dengan salah satu kandidat dari Walmas, karena kekuatan Basmin-Syukur sangat mengakar di wilayah tersebut. “Ini pilihan bagi Cakka, karena tepat bagi dia menggandeng kandidat dari Walmas,” tuturnya. Tak hanya itu, lanjut dia, adik kandung anggota DPD RI Aziz Qahhar Mudzakkar tersebut juga diminta merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai unsur pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya, karena Walmas memiliki sekitar 85.000 pemilih.

Di Pilkada Luwu 2008, Cakka yang berpasangan dengan Syukur Bijak menjadi pemenangan, karena meraih suara mayoritas di Walmas. Sedangkan perolehan suara di wilayah Selatan Luwu, justru kalah dari Basmin Mattayang. “jadi, Cakka jangan pernah sepelekan Walmas,” katanya. Sekadar diketahui, ke-13 figur calon pendamping Andi Cakka yang sudah melamar di Partai Golkar, yakni Amru Saher, Hafidah Rauf Basyuri, Ansar Pandaka, Ilham Labbase, Muhammad Ansir Ismu, Andi Fahri, Yamin Annas, Syukur Bijak, Ruddin Sibutu, Thomas Toba, Nasir Pairi, Arsalam Fattah, dan Buhari.

Dari 13 kandidat itu, figur asal Walmas seperti Amru Saher, Hafidah, Ruddin Sibutu, Thomas Toba, Nasir Pairi, Buhari, dan Arsalam Fattah. Informasi yang dihimpun KORAN SINDOdi internal Golkar menyebutkan, terdapat tiga figur yang ikut disurvei dan masuk tiga besar, yakni Amru Saher, Hafidah Rauf Basyuri, dan Ansar Pandaka.

Terkait itu, Andi Mudzakkar yang dikonfirmasi terpisah mengaku, menyerahkan sepenuhnya penentuan calon pendamping sesuai mekanisme yang berlaku di internal partainya. “Mekanisme sudah jalan di Golkar, kita tunggu saja hasilnya. Saya pasti pilih yang surveinya terbaik,” katanya. chaerul baderu

Senin 11 November 2013

Related News