Warna Baru Master Chef

Ki-ka) Chef Master Degan Septoadji, Chef Master Marinka dan Chef Master Arnold Purnomo saat konferensi pers di Galeri Master Chef, di Studio 4 RCTI, Jakarta. Ketiganya akan menjadi juri sekaligus mentor bagi para kontestan di Master Chef Season 3 yang tayang setiap Sabtu dan Minggu pukul 16.15 WIB di RCTI.

Musim baru kompetisi memasak bagi para koki amatir, Master Chef telah dimulai. Berbeda dengan dua musim sebelumnya, Master Chef Season 3 hadir dengan warna baru, salah satunya lewat kehadiran Chef Master Arnold Purnomo.

Siapakah Arnold Purnomo? Pria yang menggantikan posisi Chef Master Juna Rorimpandey sebagai juri sekaligus mentor pada musim terbaru ini punya daya tarik tersendiri yang memberikan warna berbeda. Karakternya yang easy goingdan santai membuat suasana kompetisi di Galeri Master Chef lebih ceria. Pria yang sukses meniti karier sebagai manajer di sebuah restoran di Sydney, Australia, ini juga mengaku sangat senang bisa terlibat dalam acara Master Chef.

”Saya pikir karena kompetisi, suasananya akan tegang, tapi banyak ketawaternyata. Kontestannya juga seru, serius hanya saat masak, setelah itu bercanda-canda. Saya senang bisa ada di sini,” papar ujarnya saat ditemui KORAN SINDOdi sela-sela syuting di Galeri Master Chef di Studio 4 RCTI, Jakarta, baru-baru ini. Warna baru tidak hanya datang dari Chef Arnold, tapi juga dari kesiapan kontestan yang jauh lebih matang daripada dua musim sebelumnya.

Hampir seluruh kontestan sudah membekali diri dengan informasi mengenai tantangan-tantangan di ajang Master Chef. ”Maka dari itu, kita juga harus bikin tantangan yang lebih, yang sekaligus membuat kita semakin lama semakin sulit menentukan siapa yang terbaik,” ungkap Chef Marinka.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Chef Degan. ”Tahun ini, kontestan lebih fokus, mungkin banyak belajar dari musim sebelumnya. Mereka juga banyak tanya langsung secara pribadi mengenai masakan,” kata pemilik nama lengkap Degan Septoadji Supriyadi ini.

Arnold yang baru sekali ini menjadi juri mengaku senang karena bisa berbagi banyak hal, baik dengan rekan sesama juri maupun dengan kontestan. ”Kita sesama juri saling melengkapi. Tidak ada perbedaan walaupun saya baru dan paling muda,” akunya. Arnold menyatakan, dirinya lebih banyak menilai dari sisi cara memasak, rasa, dan bisnis.

Selain itu, pria kelahiran Surabaya, 18 Agustus 1988 yang mempelajari keahliannya di dapur secara autodidak ini juga menilai kesungguhan para kontestan selama kompetisi. ”Saya menilai dan menjadi mentor berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan. Menilai bagaimana kesungguhan mereka, itu juga salah satu nilai plus,” katanya.

Pada musim ketiga ini, para kontestan Master Chefakan lebih banyak ditantang untuk memasak menu makanan Indonesia. ”Bagus untuk mengenalkan masakan Indonesia. Tidak hanya bagi kontestan, tapi juga pemirsa,” kata Chef Degan, sembari menambahkan hal tersebut juga bisa menjadi bentuk promosi makanan Indonesia secara lebih luas. ananda nararya  

Selasa 12 November 2013

Related News