Siswa Wajib Belajar di Madrasah

BANDUNG– Pemerintah Kabupaten Bandung mewajibkan siswa taman kanakkanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk belajar di madrasah diniyah pada tahun ajaran 2013/2014 .

Kebijakan itu berlandaskan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008 dan Peraturan Bupati Bandung Nomor 34 tahun 2010 Tentang Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah. Pemkab Bandung mewajibkan seluruh siswa sekolahnya mulai tingkat TK, sekolah dasar (SD), sekolahmenengahpertama (SMP) hingga SMA/sederajat untuk belajar di madrasah diniyah mulai tahun ini.

Selain sebagai tindak lanjut implementasi perda dan perbup tersebut, kewajiban ini dalam upaya mendukung visi Kabupaten Bandung yang berlandaskan religius. ”Kewajiban belajar di madrasah ini diharapkan dapat menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang soleh solehah, berkarakter baik, dan berakhlak mulia,” ungkap Bupati Bandung Dadang M Naser saat membuka Launching Program Wajib Diniyah Takmiliyah Awaliyah Se-Kabupaten Bandung, di Lapangan Upakarti Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung-Soreang, kemarin.

Acara launching diikuti sekitar 1.500 orang terdiri dari para guru agama dan diniyah, Taman Pendidikan Alquran (TPA), TK Alquran, santri/ santriwati diniyah, serta siswa- siswi sekolah di Kabupaten Bandung. Bupati menjelaskan, dalam perda tersebut dijelaskan bahwa pada saat penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2013/2014 nanti, untuk jenjang SD/MI, SMP/MTS, dan SMU/Aliyah, akan diwajibkan dan menjadi syarat mutlak untuk melampirkan ijazah diniyah takmiliyah awaliyah, diniyah takmiliyah wustha dan diniyah takmiliyah ulya.

“Insya Allah, ke depan kita bisa melihat para pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun cerdas pula secara spiritualnya. Jangan sampai ada lagi anak-anak di Kabupaten Bandung yang tidak bisa mengaji dan salat, moralitas dan kesalehannya pun harus tetap terjaga. Itulah harapan kita bersama,” ucap Dadang. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Cecep Kosasih mengungkapkan, di Kabupaten Bandung terdapat sekitar 3.000 lembaga madrasah diniyah takmiliyah, terdiri dari 14.000 guru dan lebih dari 200.000 siswa.

Setiap tahun APBD Kabupaten Bandung bisa menyisihkan anggaran untuk guru madrasah sebesar Rp5 miliar sesuai yang tercantum dalam Perda Wajib Belajar Diniyah Takmiliyah. ● iwa ahmad sugriwa

Kamis 16 Mei 2013

Related News