Sekda Ditunjuk Jadi Pelaksana Bupati Tegal

SEMARANG– Pemerintah provinsi Jawa Tengah langsung menunjuk Sekda Pemkab Tegal Haron Bagas Prakosa sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati Tegal.

Langkah ini dilakukan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di kabupaten tersebut setelah Bupati Tegal Moch Hery Soelistiyawan meninggal dunia secara mendadak karena serangan jantung, Sabtu (18/5) lalu. ”Masih Plh dulu,” kata Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Jateng Siswo Laksono kemarin. Siswo belum berani memastikan sampai kapan Haron Bagas akan menjadi Plh Bupati Tegal. Dia juga belum berani menyinggung siapa yang akan diusulkan untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati. ”Untuk Plt perlu proses,” ucapnya.

Sementara itu, ribuan warga mengiringi pemakaman Bupati Tegal Moch Hery Soelistiyawan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Widuri, Desa/Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, kemarin. Jenazah dikebumikan setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Agung Slawi, sekitar pukul 12.00 WIB. Selain pejabat pemda dan rekan kerja, Cagub Ganjar Pranowo ikut serta dalam barisan rombongan pelayat di rumah dinas Bupati Tegal di Jalan Merpati, Slawi. ”Kami sangat kehilangan beliau (bupati). Kami berharap akan ada pengganti yang lebih baik,” kata Rosadi, 35, warga Kecamatan Slawi.

Harapan warga memang konkret. Almarhum merupakan pengganti mantan Bupati Agus Riyanto yang dicopot dari jabatannya lantaran terjerat kasus hukum. Almarhum dulunya adalah wakil bupati. Saat menjabat bupati, almarhum tidak mempunyai wakil. Sekda Pemkab Tegal Haron Bagas Prakosa mengatakan, warga tidak usah khawatir terkait kekosongan kursi bupati. Sebab, menurutnya akan ada mekanisme atau aturan yang memayungi soal kekosongan bupati. ”Nggak usah khawatir. Kepala desa komplit, camat komplit, sekda juga masih ada,” kata Haron.

Dia merasa kehilangan dengan sosok almarhum yang dilahirkan di Tegal 27 April 1959 itu. Baginya, sosok almarhum adalah salah satu orang terdekatnya, yang mempunyai gaya kepemimpinan yang birokratis. Sebab, bupati berangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari nol. ”Pemimpin yang sederhana,” katanya menambahkan. muh slamet/ akrom hazami

Jumat 08 November 2013

Related News