Kejuaraan Tinju Rusuh, 17 Tewas

NABIRE – Sebanyak 17 orang tewas dan 30 lainnya kritis akibat kerusuhan dalam pertandingan tinju amatir Bupati Cup di Gedung Olahraga (GOR) Kotalama, Nabire, Papua, tadi malam.

Sebagian besar korban tewas merupakan ibu-ibu dan anak-anak karena terinjak-injak saat berusaha keluar arena pertandingan. Kerusuhan ini dipicu ketidakpuasan pendukung petinju Alfius atas keputusan wasit yang memenangkan lawannya, Yulianus. Massa pendukung Alfius langsung melemparkan kursi ke arah penonton serta wasit. Bupati Nabire Isaiyas Douw yang turut menonton laga juga terkena lemparan kursi.

Situasi menjadi tak terkendali karena antarpendukung petinju terlibat aksi saling pukul dan lempar. Bupati dan ratusan penonton berebut keluar dari lokasi melalui satu-satunya pintu yang disediakan panitia. Saat itulah para ibu dan anak-anak itu terinjak-injak. ”Situasi sangat mencekam saat pendukung kedua petinju terlibat bentrok. Banyak ibu-ibu dan anak-anak berlarian ketakutan. Mereka berdesakan di pintu keluar,” kata Stefanus, warga yang terluka dalam peristiwa itu.

Sejumlah petugas medis menyisir lokasi pertandingan untuk mencari korban. Korban tewas maupun kritis dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Hingga pukul 24.00 WIT, jumlah korban tewas maupun luka belum bisa dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari kepolisian setempat. Namun, informasi yang beredar, korban tewas mencapai 17 orang, 10 orang kritis dan 20 lainnya terluka.

Petugas Samapta Polres Nabire Aiptu Manurung membenarkan kerusuhan tersebut, namun dia tidak berkenan memberi informasi lanjut karena bukan kewenangannya. ”Silakan hubungi kapolres saja,” ucapnya singkat. Hingga berita ini diturunkan, situasi di GOR Kotalama Nabire tampak lengang, kerumunan massa terlihat di RSUD Nabire.

Pantauan Kontributor SINDO TV Manuala Manurung, polisi menjaga ketat sejumlah ruas jalan Kota Nabire, termasuk rumah bupati di Jalan Martadinata. bakti m munir

Senin 11 November 2013

Related News