Proyek Hotel Ibis Tutupi Trotoar

BANDUNG– Trotoar Jalan Braga, tepatnya di depan pembangunan Hotel Ibis, ditutupi benteng proyek semipermanen. Akibatnya, pejalan kaki tidak dapat mengakses trotoar.

Menurut Wakil Direktur Proyek Pembangunan Hotel Ibis Eddy Sugiri, pemasangan benteng semipermanen di tapak eks Hotel Braga itu untuk finalisasi pemasangan pagar hotel. Penutupan trotoar juga telah mengantongi izin Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP). “Sudah diizinkan DBMP bahwa trotoarnya ditutup,” ujar Eddy saat dihubungi kemarin.

Menurutnya, pagar hotel akan dibangun setinggi 1 meter dan lebarnya tidak akan mencapai trotoar. Mengenai kegunaan trotoar bagi pejalan kaki yang dihalangi benteng, Eddy mengaku tidak tahu-menahu. “Itu bukan wewenang kami. Jika dinas mengizinkan, yaberarti boleh. Tidak lama kok, satu dua hari saja sampai besok (hari ini),” ucapnya. Pantauan KORAN SINDO, di atas trotoar yang ditutupi benteng semipermanen terdapat empatbatangpohonsetinggi 3–4 meter. Eddy membantah jika dalam pembentengan ada upaya pengembang menebang pohon.

“Tidak seperti itu. Posisinya sesuai properti lama tidak babat pohon dan trotoar,” ucap Eddy. Wali Kota Bandung Dada Rosada pun membenarkan, penutupan trotoar di depan pembangunan Hotel Ibis telah mengantongi izin Pemkot Bandung. Warga bisa sementara menggunakan badan jalan lain sebagai alternatif. “Untuk sementara saja, karena harus ada alternatif karena trotoar itu untuk jalan kaki. Apalagi kalau permanen ditutup, itu pelanggaran,” ujar Dada kepada wartawan.

Dada menjamin penutupan itu tidak akan berlangsung lama dan warga bisa menggunakan lagi trotoar. Kepala Seksi Pengendalian Pohon Dinas Pertamanan dan Pemakaman Asep Zaeni mengatakan, pengembang memang pernah mengajukan izin penebangan pohon. Akan tetapi, karena prosedur yang diharuskan tidak dipenuhi, penebangan tidak diizinkan. “Sampai saat ini kami tidak mengeluarkan izin karena mereka tidak mengurus prosedur penebangan sesuai mekanisme,” ujar Asep.

Dia mengatakan, Dinas Pemakaman dan Pertamanan hanya pernah memangkas keempat pohon untuk keperluan pembangunan konstruksi. ● gita pratiwi

Kamis 14 November 2013

Related News