DPS Pileg Menyusut 41.000 Jiwa

SEMARANG – KomisiPemilihan Umum (KPU) Jateng telah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 sebanyak 27.344.716.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, beberapa waktu lalu sebanyak 27.385.958 orang. Jumat (12/7), DPS tersebut telah diumumkan di Kantor Kelurahan dan Kantor Balai Desa se-Jawa Tengah. Komisioner KPU Jateng Divisi Sosialisasi dan Pemutakhiran Data Pemilih Andreas Pandiangan mengatakan, berkurangnya 41.000 pemilih ini dikarenakan ada pemilih terdaftar yang tidak memenuhi syarat, meninggal dunia dan pindah alamat.

“Jika melihat DPT pilgub, sebelumnya juga terjadi penurunan dibandingkan dengan DPS, kisarannya sekitar 100.000 pemilih. Pasti nanti terjadi perubahan,” kata Andreas Pandiangan kemarin. Pemilih terbanyak ada di Kabupaten Brebes mencapai 1.481.301 dan Cilacap 1.480.287 jiwa. KPU akan membuka pengaduan dari masyarakat sampai dengan 1 Agustus. Untuk itu, masyarakat diminta mencermati apakah sudah masuk menjadi pemilih atau belum dengan melihat di balai desa maupun di kelurahan.

“KPU pusat nantinya akan membuat layanan di website. Pemilih bisa mengecek apakah sudah masuk sebagai pemilih, seperti pada Pilgub Jateng lalu yang kami gagas,” katanya. Anggota Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jateng Divisi Pengawasan Teguh Purnomo menerangkan, Panwaskab dan Panwascam saat ini masih melakukan pengawasan penyerahan DPS kepada perwakilan partai politik di tingkat kecamatan. “Hasil tersebut dari bawah masuk ke kami tanggal 19 Juli,” ucapnya.

Selain itu, tiap kecamatan akan dilakukan pengawasan di tiga tempat pemungutan suara (TPS). Jadi, Panwas akan mendatangi lagi pemilih langsung. KPU Kota Salatiga menetapkan jumlah DPS Pileg 2014 sebanyak 128.664 orang. KPU meminta semua warga yang telah memiliki hak pilih mencermati DPS. Apabila terdapat kesalahan penulisan data atau ada warga yang namanya belum masuk dalam DPS, diminta segera melapor ke KPU sehingga bisa segera dilakukan revisi.

Ketua KPU Kota Salatiga Suryanto mengungkapkan, jumlah DPS bisa berubah ketika ada perubahan dalam prosesnya sampai menjelang pencoblosan. Dalam kurun waktu 10 bulan ke depan, bisa terjadi jumlah pemilih bertambah atau berkurang. “Oleh karena itu, kami minta warga ikut mencermati DPS. Koreksi dan masukan masyarakat atau partai politik peserta pemilu sangat kami butuhkan agar data dan jumlah pemilih akurat,” katanya.

Anggota KPU Kota Salatiga Dyah Sari Marhaeni menambahkan, pendidikan politik juga menjadi tanggung jawab partai politik. “Jadi konstituen parpol juga harus ikut mengecek DPS,” ucapnya. Sekretaris DPC PDIP Kota Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan, pihaknya telah menerima tembusan DPS dari KPU. “Kami akan meneliti DPS tersebut dan memberikan sosialisasi kepada warga dan kader,” ucapnya. arif purniawan/ angga rosa

Minggu 10 November 2013

Related News