Bawaslu Jangan Tergoda Parpol - Syafrida Terpilih sebagai Ketua Bawaslu Sumut

MEDAN– Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mohammad tak mau mainmain dengan tiga anggota Bawaslu Sumatera Utara (Sumut) yang baru dilantiknya. Baginya cukup satu alat bukti pelanggaran untuk mencopot bawahannya.

“Kalau di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) butuh dua alat bukti, di Bawaslu cukup satu bukti Anda (Bawaslu provinsi) akan diganti,” kata Mohammad dalam sambutannya seusai melantik tiga anggota Bawaslu Sumut, yaitu Syafrida R Rasahan, Aulia Andri, dan Herdi Munthe di Novotel Soechi, Jalan Cirebon, Medan, Rabu (17/7).

Peringatan keras tersebut langsungdisampaikannya mengingat perpolitikan di Sumut termasuk yang menjadi sorotan di Indonesia. Dia mengingatkan agar dalam menjalankan tugas seluruh anggota Bawaslu Sumut menghindarkan diri dari kecurangan dalam berpolitik. Sebab, Mohammad sangat yakin begitu selesai dilantik, ketiga anggota BawasluSumutlangsungmendapat godaan menggiurkan, dan berpotensi merusak integritas sebagai pengawas pemilu.

“Saya yakin besok Anda sudah mulai digoda oleh parpol,” sebut Mohammad. Terkait masih adanya gugatan terhadap proses seleksi Bawaslu yang dilayangkan tiga pimpinan Panwaslu Sumut sebelumnya di Mahkamah Konstitusi (MK), Mohammad menilai tidak ada alasan mereka menunda pelantikan. Sebab, Panwaslu yang bersifat ad hoc dengan Bawaslu yang dilantiknya saat ini berbeda.

“Yang dilantik Bawaslu provinsi, bukan Panwaslu. Gugatan tidak akan menghalangi,” ujarnya. Sementara itu, ketiga anggota Bawaslu Sumut setelah dilantik langsung menggelar rapat pleno pertamanya dalam rangka memilih Ketua Bawaslu Sumut. Aulia Andri yang ditunjuk sebagai juru bicara usai pleno mengatakan, pemilihan berlangsung cepat, dan secara aklamasi menetapkan Syafrida R Rahasan, mantan Komisioner KPU Asahan sebagai Ketua Bawaslu Sumut.

“Telah terpilih secara kekeluargaan dan aklamasi Syafrida Rahasan sebagai ketua,” ujar Aulia. Herdi Munthe dalam kesempatan itu juga meminta agar mereka ikut diawasi. Sebab, yang bisa mengawasi pengawas pemilu sesungguhnya hanya masyarakat dan para jurnalis. “Tolong ikut awasi kami agar integritas seperti yang ditekankan Ketua Bawaslu RI tadi dapat kami jaga dan pertahankan,” tandas Herdi. m rinaldi khair

Sabtu 16 November 2013

Related News