Kejati Dalami Dugaan Korupsi Alkes di RSUD Daya

MAKASSAR– Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejati Sulsel terus mendalami dugaan terjadinya tindak pidana korupsi pengadaanalat kesehatan(alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar.

Diketahui, pada 2012 lalu, RSUD Daya mendapat anggaran Rp3,9 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar untuk pengadaan alat-alat kesehatan. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Chaerul Amir mengatakan, hasil pengumpulan data dan bahan keterangan yang dilakukan tim penyelidik, ditemukan ada kemahalan harga (mark up) pengadaan alkes tersebut.

“Indikasi terjadi tindak pidana korupsi ada. Selanjutnya tim akan melakukan pemeriksaan fisik bersama dengan tim ahli terkait alat kesehatan yang diadakan tersebut,” ujarnya kemarin. Diketahui, proyek pengadaan alkes di RSUD Daya pada 2012 dikerjakan dua rekanan, yakni kontrak kerja dengan CV Mandiri Alkesindo untuk pengadaan 15 jenis alkes dan penunjang kerja praktik kedokteran sebesar Rp2,7 miliar.

Kontrak laindikerjakanCVBerkahuntuk pengadaan 47 jenis peralatan rumah sakit dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar. “Diduga alat yang diadakan juga tidak sesuai dengan spesifikasi,” katanya. Pada proses penyelidikan perkara ini, tim bidang pidana khusus sudah meminta keterangan dari panitia pengadaan dan rekanan. “Selanjutnya KPA akan dimintai keterangan,” kata mantan Kajari Tangerang ini.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim mengatakan, dalam proses penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alkes di RSUD Daya, tim bidang pidana khusus telah mengumpulkan 90% data dan bahan keterangan. Hasilnya ditemukan indikasi kuat terjadi tindak pidana korupsi. “Mark up untuk pengadaan itu diperkirakan mencapai Rp500 juta,” katanya. yakin achmad


Kamis 14 November 2013

Related News