Aek Latong Masih Butuh Perhatian

TAPANULI SELATAN– Ruas Jalan Lintas Sumatera Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel masih buruh perhatian serius pemerintah, mengingat kondisinya yang masih memprihatinkan.

Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu mengakui bahwa masih ada ruas jalan nasional di daerahnya membutuhkan perhatian pemerintah pusat. ”Memang masih ada, salah satunya ruas Jalinsum Aek Latong yang berada di Kecamatan Sipirok,” ujarnya kepada KORAN SINDO MEDAN, kemarin.

Bupati yang berasal dari Partai Golkar ini mengungkapkan, pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran sebesar Rp99 miliar pada tahun 2013. Namun, anggaran ini dinilai masih kurang karena dialokasikan untuk pembangunan jalan nasional yang ada di Tapsel, termasuk membangun jalan lintas pantai barat yang menghubungkan antara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Tapsel.

Untuk diketahui, keberadaan Aek latong masih menjadi ancaman serius bagi pengendara yang melintas. Sebab, badan jalan rusak parah, dan hampir separuh badan jalan ambruk. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama untuk mudik Lebaran. Panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai satu kilometer. Sedangkan badan jalan yang ambruk hampir empat meter dari total luas badan jalan delapan meter.

Apabila tidak berhati-hati, di pinggir badan jalan terdapat jurang dengan kedalaman 20 m. Selain itu, badan jalan yang ambruk ada dua titik. Badan jalan juga terancam longsor, karena di sepanjang jalan terdapat perbukitan. Menurut informasi yang diperoleh dari warga, kondisi badan jalan yang ambruk tersebut sudah cukup lama, namun hingga saat ini belum diperbaiki.

“Sudah tiga bulan lebih badan jalan ini ambruk dan rusak parah, namun sampai sekarang belum diperbaiki,” ungkap Amran Pohan, 34, salah seorang penduduk yang tinggal di daerah itu. Dia mengatakan, kondisi badan jalan itu berdampak terhadap arus lalu lintas. Menurutnya, tidak jarang di kawasan itu terjadi kemacetan panjang akibat jalan yang mengecil karena ambruk.

Para pengendara, khususnya kendaraan berat, harus ekstra hati-hati saat melintas, karena badan jalan sangat mudah ambruk. Umumnya, Jalinsum yang menghubungkan tiap kota-kota yang ada di Pulau Sumatera dilalui ratusan kendaraan setiap harinya. Sementara itu, Fahmi Hasibuan, 36, salah seorang sopir angkutan mengatakan, badan jalan tersebut sudah rusak sejak beberapa bulan lalu. Umumnya, para sopir yang melintas mengeluhkan kondisi badan tersebut. “Selama saya jadi sopir, jalan ini tidak pernah bagus,” ujarnya. zia ul haq nasution



Selasa 12 November 2013

Related News