KPK Tahan Budi Susanto

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto atas dugaan korupsi pengadaan simulator kemudi R2 dan R4 di Korlantas Mabes Polri tahun anggaran 2011.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, tersangka Budi Susanto ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK. “Tersangka BS ditahan untuk 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan,” kata Johan Budi SP saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, tadi malam

Budi Susanto dijerat KPK dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) No 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHP jo Pasal 56 KUHP. Pasal-pasal itu sama seperti pasal yang disangkakan KPK terhadap terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo, tersangka mantan Wakil Kakorlantas Brigjen Pol Didik Purnomo, dan Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukoco S Bambang.

Mereka diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara dalam proyek simulator SIM itu. Didik, Budi, dan Sukotjo ditetapkan sebagai tersangka sejak Agustus 2012. Saat dimintai konfirmasi soal jumlah total kerugian negara yang diakibatkan tersangka, Johan mengaku belum mengetahuinya.

“Kalau kerugian negara keseluruhan kan sudah. Proyek Rp196,8 miliar ini kerugian negaranya sekitar Rp144 miliar,” paparnya. Perusahaan Budi memenangi tender proyek simulator kemudi untuk mendapatkan SIM roda dua (R2) dan roda empat (R4) senilai Rp 196,8 miliar.

Dalam pelaksanaannya, PT CMMA diduga membeli barang dari PT Inovasi Teknologi Indonesia sekitar Rp 90 miliar. Harga barang yang dibeli ini jauh lebih rendah dari nilai kontrak yang dimenangi PT CMMA sehingga perusahaan itu memperoleh keuntungan sekitar Rp 100 miliar.

Selain itu, Budi diduga meminta Direktur PT ITI Sukotjo S Bambang untuk memberikan uang Rp 2 miliar ke Djoko Susilo. Dari empat tersangka kasus simulator SIM itu, baru Dkoko yang ditahan KPK. Kini, Djoko tengah mengikuti proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Menurut Johan, berkas Budi Susanto sudah hampir memasuki tahap kedua atau segera dilimpahkan ke penuntutan.

Hanya saja, Johan belum bisa memastikan waktu pastinya. “Nanti akan kita sampaikan. Mudah-mudah berkasnya bisa cepat rampung dan dilimpahkan ke penuntutan dan pengadilan,” tandasnya. Johan melanjutkan, kasus simulator SIM tidak akan berhenti sampai pada penetapan, pemeriksaan, dan penahanan Budi Susanto. Menurutnya, fakta yang muncul di penyidikan dan persidangan sedang dikembangkan dan didalami KPK.

Karenanya dia berharap publik dapat menunggu saja sejauh mana perkembangannya. Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, sebelum magrib dirinya sudah meneken surat penahanan tersangka BS. Penahanan baru dilakukan lembaga antikorupsi itu karena berkasnya baru lengkap kemarin. “Penahanannya di KPK tidak terlalu lama lagi. Akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” ungkap Abraham seusai buka puasa bersama dan diskusi media di Gedung KPK, Jakarta, tadi malam.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bambang Widjojanto. Penahanan dilakukan karena berkasnya dalam waktu cepat akan dilimpahkan ke penuntutan. Mengenai tersangka Didik, kata dia, proses penyidikan perkaranya masih berjalan. Penyidik masih akan memeriksa saksi-saksi lain dan Didik sebagai tersangka.

Sampai kemarin penyidik belum memberitahukan langkah- langkah paksa berikutnya, yakni penahanan. “Penyidik masih berupaya merampungkan berkasnya. Lalu kita lakukan langkah-langkah paksa itu (penahan),” tandasnya. Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari tujuh jam, Budi Susanto tampak keluar didampingi penyidik.

Saat keluar Budi sudah mengenakan rompi tahanan oranye bergaris hitam. Disinggung soal penahanannya, Budi memilih bungkam dan langsung masuk ke mobil tahanan. Kuasa hukum Budi Susanto, Rino Ahyadi, mengaku sudah menduga dalam waktu dekat kliennya akan ditahan KPK meski dalam prosesnya masih banyak yang mengganjal.

 “Memang saya sudah menduga bahwa dia (BS) akan ditahan. Kenapa ada yang membuat pemikiran saya ke arah sana, karena tanggal 27 besok, cekal dia abis,” terangnya. Menurut Rino, jika melihat kasusnya, kliennya adalah korban konspirasi. sabir laluhu

Kamis 21 November 2013

Related News