Petasan Meledak, Satu Tewas, Tiga Rumah Rusak

Polisi melemparkan petasan ke dalam lubang tanah untuk dimusnahkan di pantai wisata Parin Kabupaten Brebes kemarin.

PEMALANG – Sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat memproduksi petasan di Desa Karangtengah, Kecamatan Warungpring, Pemalang meledak sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin.

Kejadian itu menewaskan satu orang tewas dan merusak tiga rumah. Korban tewas yakni, Suroso, 50, pembuat petasan. Informasi dihimpun KORAN SINDO JATENGmenyebutkan, peristiwa itu terjadi saat Suroso sedang membuat petasan untuk dijual. Tiba-tiba, petasan itu meledak. Dugaan sementara karena korban terlalu keras menekan petasan yang sedang dibuatnya. Tetangga korban, Aziz menuturkan, suara ledakan tersebut petasan cukup keras hingga terdengar dalam radius 3 km.

”Di rumah yang meledak itu ditemukan adanya alu atau tempat menumbuk padi. Tapi alu itu menjadi tempat menumbuk bubuk petasan,” kata mantan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Warungpring tadi malam. Alu atau alat penumbuk padi tersebut sudah disita polisi untuk bahan pemeriksaan. Kerasnya ledakan itu juga merusak dua rumah yang berdekatan dengan rumah korban. Kepala Desa Karangdawa, Saeful Hadi mengaku tidak tahu bila rumah korban selama ini dijadikan tempat untuk memproduksi petasan. Kabag Humas Polres Pemalang AKP Harsono menjelaskan, kasus tersebut masih diselidiki petugas.

”Masih dalam penyelidikan,” ucapnya. Sementara itu, jajaran Polres Brebes memusnahkan 144.500 butir petasan di Objek Wisata (OW) Pantai Randusanga Indah (Parin), Brebes. Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Subhan mengatakan, petasan itu merupakan hasil sitaan polisi dari salah satu kendaraan pengangkut muatan petasan pada Sabtu (20/7) lalu, di Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu. Polisi juga sudah menetapkan sopir mobil pikap, yakni Muchdori,42, warga Desa Sikumpul, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, sebagai tersangka dalam kasus itu.

Dari pengakuan tersangka kepada polisi, petasan itu dibelinya dari Indramayu, Jawa Barat, dan hendak dijual ke Cilacap. Polres Brebes juga terus merazia petasan di sejumlah titik yang dijadikan ajang untuk membunyikan petasan, seperti di Islamic Center dan Alun-Alun Brebes. ”Saya senang adanya razia petasan. Jujur, saya takut. Mlaku mene dor. Mlaku mana dor (jalan ke sini dor, jalan ke situ dor),” kata Maulana,18, warga Kelurahan Brebes.

CFD Jadi Ajang Main Petasan

Sepinya car free day(CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo dimanfaatkan sejumlah remaja untuk membunyikan petasan. Kepala Dishubkominfo Yosca Herman Soedrajad mengatakan, tiga pemuda usia remaja diamankan karena membunyikan petasan di area Nonongan, Purwosari dan Sriwedari. Mereka kemudian dibawa ke pos polisi terdekat. ”Mereka sengaja membunyikan petasan dan memperkeruh suasana di CFD,” katanya.

Informasi menyebutkan, pekan lalu ada tiga kelompok pemuda membuat resah dengan membunyikan petasan. CFD kemarin bertambah menjadi lima kelompok dan tersebar mulai Purwosari-Gladak. Salah seorang pengunjung CFD, Mariana Hapsari, 28, mengaku jengkel dengan petasan di CFD. ”Car free day seharusnya menjadi kawasan yang nyaman dan tenang,” ujarnya. akrom hazami/ abdul alim

Sabtu 16 November 2013

Related News