Ramadan bagi Prajurit Linud Kostrad - Meningkatkan Kemampuan Tempur

Danyon Mayor Inf Kristomei Sianturi bersiap mengawali penerjunan yang digelar selama dua hari di Desa Karang Anyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Puasa tidak menghalangi pasukan TNI untuk berlatih. Momentum bulan Ramadan ini justru menjadi kesempatan melatih kemampuan tempur mereka dengan dinamika yang berbeda.

Pelatihan tempur berupa terjun payung dilakukan ratusan prajurit Batalion Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 305/Tengkorak-Kostrad. Selama dua hari, Jumat–Sabtu (26–27/7), mereka melakukan penerjunan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Menurut, Pasipers Yonif Linud 305/Tengkorak, Lettu Inf Dicky Sakti, pasukan Yonif Linud 305/Tengkorak yang bermarkas di Teluk Jambe Karawang ini diangkut dengan pesawat Hercules seri C-130 dari Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta.

“Mereka terjun memakai parasut “Garuda” yang merupakan hasil karya anak bangsa dan sudah dipakai oleh satuansatuan tempur TNI-AD saat ini,” ungkapnya. Komandan Yonif Linud 305/Tengkorak, sekaligus komandan pelatihan, Mayor Inf Kristomei Sianturi mengatakan, pelatihan terjun ini merupakan agenda wajib setiap prajurit Tengkorak sebagai penyegaran kemampuan secara berkala. Puasa tidak menjadi kendala untuk meningkatkan kemampuan tempur.

“Justru hal ini merupakan kesempatan baik bagi prajurit untuk melatih dinamika di lapangan, karena situasi pertempuran dapat terjadi kapan saja,” tegas peraih penghargaan sebagai penulis terbaik di Seskoad pada tahun lalu itu. Pada pelatihan itu, Kristomei juga ikut dalam penerjunan. Bahkan, untuk menambah semangat prajurit, Komandan Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad Kolonel Inf Bobby Rinal Makmun juga mengikuti penerjunan.

Hal ini merupakan suatu yang cukup jarang dilakukan oleh seorang perwira menengah TNI AD pada level pangkat tersebut. Alumni Akmil 1997 itu menuturkan, penerjunan dilakukan dari ketinggian 1.000 feet dan kecepatan terbang sekitar 120 knot. Pelatihan terjun ini diikuti oleh 680 personel gabungan Yonif Linud 305 dengan Markas Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad.

Sejauh ini, pelatihan berjalan aman dan lancar (zero accident). Walaupun pada saat penerjunan, pasukan Yonif Linud 305 sempat menghadapi rintangan berupa padatnya penerjun karena terbatasnya area penerjunan, serta hembusan angin yang cukup kencang.

“Bagi pasukan tempur yang memiliki keahlian khusus seperti pasukan lintas udara ini, keberhasilan pelatihan merupakan salah satu kunci bagi kemenangan dalam pertempuran,” katanya. Kesuksesan pelatihan ini melanjutkan tren positif setelah beberapa pekan lalu Yonif Linud 305 juga berhasil dalam pelatihan bersama dengan US Army Paratroopers 82nd dalam Joint Exercise Garuda Shield-7/2013.

FEFY DWI HARYANTO
Jakarta               

Jumat 08 November 2013

Related News