Sengit Posisi Kedua

Striker muda Arema Cronous Sunarto (kiri) berebut bola dengan bek PSPS Pekanbaru Ario Putra (kanan) dalam pertandingan ISL (ISL) di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Kamis (4/7). Kalah dari Mitra Kukar membuat peluang Arema menjadi juara musim ini makin menipis.

TENGGARONG– Arema Cronous gagal memperlebar jarak dengan pesaing lain di Indonesia Super League (ISL) setelah takluk 1-2 di kandang Mitra Kukar, Senin (29/7) malam.

Kekalahan ini membuat Arema bukan lagi kandidat terkuat klub yang berpeluang menduduki posisi runner-up. Arema harus bersaing dengan tiga klub lain yang juga masih memiliki potensi merebut tempat kedua musim ini, yakni Sriwijaya FC, Persib Bandung, serta Mitra Kukar. Perolehan angka empat klub di atas sangatlah tipis dan pekan-pekan terakhir kompetisi masih bisa mengubah posisi.

Arema Cronous yang sejauh ini masih menempati urutan kedua klasemen sementara sama-sama menyimpan 56 angka atau sama persis dengan Sriwijaya FC. Bedanya, tim asal Palembang itu telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan Singo Edan. Di bawah keduanya ada Persib Bandung yang mengoleksi 35 angka, disusul dengan Mitra Kukar dengan 34 poin.

Situasi Persib lebih menguntungkan karena memainkan satu pertandingan lebih sedikit (28 laga) dibandingkan Arema Cronous dan dua laga lebih banyak dari Sriwijaya FC. Bagi Arema, jelas tidak bisa ongkang-ongkang walau masih nangkring di posisi kedua. Dalam pekan ini juga situasi bisa berubah drastis jika kekalahan yang sama terulang saat mengunjungi kandang Persisam Samarinda di Stadion Segiri pada 1 Agustus nanti.

Pihak Singo Edanmengakui kehilangan tiga angka di Tenggarong menjadikan persaingan untuk menjadi runner-up jauh lebih sengit. “Kami tak bisa memanfaatkan situasi penting. Sekarang, kami harus berusaha lebih keras lagi untuk mengejar posisi runner-up. Semua kemungkinan masih bisa terjadi,” tutur General Manager Arema Ruddy Widodo. Kendati jalan ke depan semakin terjal, dia optimistis tim punya kemampuan membalikkan situasi ketika mendatangi sarang Pesut Mahakam, julukan Persisam.

“Pilihan satu-satunya ya harus bangkit dan menang di Samarinda. Hanya dengan cara itu Arema punya kans besar ke runnerup,” cetusnya. Sementara itu, kekalahan Arema di Tenggarong memunculkan sejumlah spekulasi di media maupun suporter Aremania sendiri. Penampilan buruk Singo Edandikaitkan dengan persiapan yang dianggap tidak sesuai kondisi, misalnya, tak ada persiapan bermain malam.

Staf pelatih Arema selama puasa memang tidak pernah menggelar uji coba malam hari atau menambah menu latihan malam. Padahal, tim arahan Rahmad Darmawan itu terhitung libur kompetisi hampir sebulan karena agenda tim nasional. Beto Goncalves dkk hanya menjalani uji coba sekali. Padahal, selama puasa, pertandingan ISL digelar larut malam atau mulai pukul 21.00 WIB. Berbeda dengan jadwal normal, yakni kick-off pukul 19.00 WIB.

Sudah begitu, pertandingan melawan Mitra Kukar di Stadion Madya Aji Imbut juga harus molor selama satu jam karena penyesuaian dengan jadwal tayangan langsung di televisi. Faktor kesibukan timnas juga disebut sebagai salah satu biang kendurnya performa tim berlogo kepala singa. Sejumlah pemain baru menyelesaikan pertandingan di timnas melawan klubklub Eropa, sedangkan Rahmad Darmawan juga baru saja disibukkan dengan jabatan pelatih di timnas U-23. ●kukuh setyawan


Jumat 08 November 2013

Related News