Lembaga Amil Zakat Mulai Sibuk

SEMARANG–Kesibukanmenghimpun zakat, infak, dan sedekah mulai terlihat di beberapa lembaga amil zakat di Kota Semarang pada akhir Ramadan ini.

Pantauan KORAN SINDO JATENGkemarin, sejumlah lokasi strategis di kota ini banyak terpajang spanduk-spanduk maupun baliho yang berisi ajakan membayar zakat oleh lembaga amil. Selain itu, pada sore hari jelang buka puasa juga mulai banyak lembaga amil yang mengadakan kegiatan buka bersama anak yatim guna membangun kesadaran warga untuk bisa membayarkan zakatnya.

Humas Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan (Lazis) Jateng Diyah Al-Ghofur menuturkan, puncak kesibukan pengelolaan zakat biasanya terjadi pada 10 hari terakhir Ramadan. Di posko yang didirikan di Jalan Karangrejo Semarang, setiap hari ratarata ada 15 orang yang datang membayar zakat, belum lagi yang dibayarkan langsung melalui rekening. “Selain itu, kami juga menjemput bola para muzakki (pemberi zakat) yang sudah berlangganan membayar zakat,” paparnya.

Selama Ramadan tahun ini, Lazis Jateng menargetkan bisa mengumpulkan dana zakat mencapai Rp1 miliar dari bulanbulan biasanya yang hanya Rp200 juta. Untuk mencapai target itu, Lazis Jateng gencar melakukan sosialisasi di ruangruang publik, kantor-kantor maupun rumah-rumah. “Setiap Minggu pagi kami menggelar sosialisasi di acara Car Free Day (CFD) di Jalan Pahlawan Semarang,” ujarnya.

Saat Ramadan ini para penghimpun dana zakat di Lazis Jateng bekerja keras, kalau biasanya hari kerja pada Senin– Jumat masuk pukul 08.00–16.00 WIB, selama Ramadan hari kerja ditambah hingga Sabtu. “Ada 23 orang yang melakukan penghimpunan zakat,” ucapnya. Pada hari-hari biasanya, orang yang membayarkan zakat ke lembaganya hanya sekitar 400 orang, tapi pada Ramadan bisa melonjak sampai 600 orang dalam sebulan.

Zakat yang diberikan bermacam-macam, mulai dari zakat fitrah, zakat mal, infak, maupun sedekah. Dana zakat itu disalurkan untuk beberapa program, di antaranya program pendidikan berupa beasiswa pendidikan yatim/ dhuafa, buka bersama anak-anak yatim/dhuafa, rumah kemandirian yatim, santunan dan bingkisan Lebaran. “Anak-anak yatim merupakan prioritas program kami,” ujar Diyah.

Ketua Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Masjid Agung Jawa Tengah Ahmad Rofiq mengakui, pada Ramadan ini intensitas muslim yang membayar zakat ke lembaga amil bertambah banyak. Meski demikian, masih banyak orang yang membayarkannya ke orang yang dianggap mustahik (penerima) langsung. “Kami mengimbau umat muslim membayarkan zakatnya lembaga amil zakat,” katanya ●amin fauzi

Minggu 10 November 2013

Related News