Pengalaman Berkesan Main Film Drama

Aktor Joe Taslim yang selama ini dikenal sebagai aktor laga lewat perannya di film-film action, kini melakoni peran baru. Mantan atlet judo tim nasional tersebut terlibat dalam film drama romantis berjudul La Tahzan. Bagi Joe, film La Tahzanini menjadi sebuah pembuktian bahwa dia bukan hanya aktor spesialis film laga. Ternyata, Joe justru senang bermain di film yang bergenre drama cinta tersebut. Pasalnya, ia tak harus beradegan memukul dan membunuh orang di depan kamera Pada film terbarunya tersebut, Joe berperan sebagai Yamada, seorang blasteran Jepang dan Indonesia yang jatuh cinta kepada perempuan Indonesia bernama Viona, diperankan oleh Atiqah Hasiholan. “Senang memerankan tokoh Yamada karena gakharus memukul orang sehingga film ini bisa ditonton anak-anak,” ujar Joe kepada KORAN SINDOsaat gala premierfilm La Tahzandi XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (29/7) malam. Lewat aktingnya sebagai Yamada, Joe mengakui bahwa dirinya masih butuh belajar banyak hal. Bermain di film ini adalah salah satu bentuk pembelajaran baginya. “Saya belajar drama. Mungkin besok akan mencoba main film komedi. Saya belajar apa saja, membuka kesempatan selebar mungkin,” kata suami dari Julia Taslim ini. “Dalam film La Tahzanini, separuh dialog yang diucapkan dalam bahasa Jepang dan saya bukan orang Jepang. Tantangannya gimanaorang bisa menikmati bahasa saya. Minimal orang Jepang percaya saya campuran Jepang-Indonesia dan lama tinggal di sana,” tutur Joe. Selama 12 hari syuting, Joe mengaku keluar dari zona nyaman dan mengambil risiko karena ingin menjadi aktor yang lengkap, tak hanya mentok di satu keahlian. “Buat saya, ini sangat menantang karena belum pernah main film drama romantis seperti ini. Saya harus eksplorasi terus sampai sejauh mana saya bisa main. Saya enggak mau main safety karakter itu-itu saja meski ada risikonya orang suka atau enggak,” kata Joe Taslim. Bagi aktor kelahiran Palembang, 23 Juni 1982 ini, berprofesi sebagai seorang aktor adalah bagaimana seseorang berani mengambil risiko. Joe senang dan selalu tertantang untuk mencoba berbagai jenis film walaupun keluar dari zona amannya. Jika sudah memiliki banyak pengalaman, itu justru membantu dirinya mencari bidang yang terbaik. “Mungkin kalau sudah banyak film yang saya bintangi, baru bisa fokus,” ungkapnya. Joe Taslim mulai dikenal setelah membintangi film laga The Raid. Kemudian namanya kembali memasuki dunia perfilman internasional ketika membintangi film kolaborasi HBOAsia, Dead Mine. Terakhir Joe Taslim menggebrak pemberitaan perfilman Tanah Air setelah bermain di film box office Fast and Furious 6. Sementara itu, pembuktian sebagai aktor yang tidak hanya bermain di satu genre juga dibuktikan oleh lawan mainnya di film ini, Ario Bayu. Di film La Tahzanini, Ario Bayu juga membuktikan kemampuannya sebagai aktor yang tidak hanya bisa bermain di satu genre karena selama ini dia lebih banyak terlibat pada genreaction. Di film ini, aktor yang akrab disapa Bayu ini mempunyai kesan dan pengalaman sendiri memerankan tokoh Hasan yang terlibat kisah cinta segitiga orang Indonesia yang belajar dan bekerja di Jepang. Meski hanya 12 hari berada di Negeri Sakura, Bayu rupanya mendapatkan kesan dan pengalaman yang positif terhadap Jepang dan budayanya. “It`s a lot of fun. Energinya terasa seperti keluarga dengan keterbatasan kru. Spiritnya juga independen banget, berbeda dari syuting film saya sebelumnya. Sudah gakada batasan dan merasa jadi satu keluarga,” cerita Ario. Sekitar dua minggu, pemain yang juga berperan sebagai Hasan dalam La Tahzanini juga dituntut untuk mempelajari bahasa Jepang bersama salah satu pemainnya, Nobuyuki Suzuki. thomas manggala  
Senin 11 November 2013

Related News