Bandung–Tasikmalaya Macet 10 Km

GARUT – Kemacetan panjang terjadi di sejumlah ruas mudik pada H-4 Lebaran kemarin. Di jalur selatan, antrean kendaraan pemudik dari Bandung menuju Tasikmalaya di jalur Leles, Kabupaten Garut, mencapai 10 km.

Kemacetan mulai terpantau di kawasan Leuweung Tiis, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Antrean kendaraan mengular hingga kawasan Nagreg. Sebelum terjadi kemacetan total, Polres Garut memberlakukan sistem buka-tutup jalur sebanyak dua kali. Namun rekayasa lalu lintas ini belum mampu mengurangi padatnya kendaraan dari arah Nagreg. Seorang pengemudi, Didin, 39, mengaku telah terjebak kemacetan di wilayah Leles selama 40 menit.

“Awalnya lancar, tapi mendadak berhenti dan macet sampai sekarang,” kata Didin kemarin. Di jalur pantura, arus kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Cirebon mencapai puncaknya kemarin. Lonjakan kendaraan hingga tiga kali lipat membuat jalur utama pantura serta jalur alternatif di Kabupaten Indramayu dipadati kendaraan roda dua dan roda empat. Kepadatankendaraanterjadi sejak pagi hari di dua jalur tersebut. Di jalur utama pantura, laju kendaraan menjadi lebih lambat.

“Hari ini (kemarin) bisa jadi merupakan titik puncak arus mudik. Arus kendaraan melonjak dalam satu hari terakhir,” ujar Kusin, Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Indramayu. Kepadatan kendaraan mulai dari Karawang hingga Subang membuat arus kendaraan saat melintas di Kabupaten Indramayu dialihkan ke jalur alternatif menuju Cikamurang hingga perbatasan Cirebon. Namun, pemecahan jalur itu tidak bisa sepenuhnya mengurangi kepadatan di jalur utama pantura serta jalur alternatif.

Sejumlah petugas polres dan Dishubkominfo melakukan pengaturan lalu lintas mulai dari perbatasan Subang, yakni Sukra, menuju Kandanghaur– Lohbener–Widasari hingga Kertasemaya sebelum menuju ke Kabupaten Cirebon. Seperti sehari sebelumnya, kepadatan kendaraan terjadi sejak pagi hari. Pemudik tetap memilih waktu pagi untuk menghindari panas terik di kawasan pantura. Apalagi saat ini, suhu udara di pantura Indramayu berkisar di atas 30 derajat Celsius.

Di jalur pantura Brebes, iring-iringan kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil keluarga hingga bus melintas tak terputus. Jarak antarkendaraan pun rapat. Kondisi itu terjadi sejak pagi hari. Untuk kendaraan yang masuk Jawa Tengah melalui pintu keluar tol Pejagan mulai tampak padat pada pagi hari. Adapun saat siang hari jumlahnya menyusut. “Kalau pagi padat. Siang harinya tidak begitu padat,” ujar kepala pos pengamanan (pospam) exit tol Pejagan Ipda Sunarto. Alat hitung kendaraan di pos itu menyebutkan, jumlah kendaraan yang melintas pada H-4 selama dua jam telah mencapai ribuan kendaraan.

Seperti pada pukul 06.00–09.00 WIB mencapai 2.794 kendaraan dengan dominasi mobil 2.462 unit, truk 188 unit, bus 144 unit. Untuk total kendaraan yang melintas masuk Jawa Tengah di exit tol Pejagan pada satu hari sebelumnya adalah hingga 23.399 unit. Di exit tol, puluhan polisi terlihat melakukan pengaturan jalan. Tidak sedikit pemudik yang bertanya kepada para petugas tentang arah maupun jalur menuju kota tujuannya. Selanjutnya di ruas Jalan Raya Cimohong Brebes, tepatnya di depan salah satu agen pupuk, pemudik mengeluhkan permukaan ruas yang berdebu.

Kurang lebih panjang jalan yang berdebu dan rusak sekitar 200 meter. Di ruas ini, pemudik terutama sepeda motor langsung menutup hidungnya dengan tangan atau sapu tangan dan kain lain. Di Brebes, kemacetan terjadi di beberapa titik, antara lain di depan Pasar Bulakamba. Aktivitas pasar tumpah menyebabkan arus lalu lintas merayap sekitar 200 meter.

Kondisi demikian juga tampak di depan Koramil Wanasari sampai Jembatan Pemali. Di Jalan A Yani, kepadatan juga terjadi. Ini disebabkan aktivitas pasar induk dan warung dadakan di ruas itu. ● fani ferdiansyah/ muhammad oliez/akrom hazami/eka setiawan

Jumat 08 November 2013

Related News