Usai Bermaafan Jangan Menjatuhkan

SURABAYA– Idul Fitri 1434 Hijriah menjadi momen sangat istimewa bagi warga Jawa Timur (Jatim). Usai merayakan Idul Fitri, jutaan warga Jatim akan memilih calon pemimpinnya pada 29 Agustus 2013.

Idul Fitri menjadi modal suci untuk memilih siapa yang layak menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Jatim 2013-2018. Ada empat pasangan calon gubernur – calon wakil gubernur (Cagub- cawagub) yang akan bertarung, yakni pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (1); Eggi Sudjana- M Sihat (2); Bambang DHSaid Abdullah (3); dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (4).

Bagi pasangan Khofifah- Herman, Ramadan dan Idul Fitri adalah momen yang barangkali tidak bisa dilupakan seumur hidup. Pada Ramadan ini mereka berjibaku mengajukan gugatan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Kalau Ramadan itu, rasa dongkol- dongkol hilang,” kata Herman menampik penyebab dongkolnya karena KPU Jatim tidak meloloskannya sebagai kontestan Pilgub Jatim 2013, kemarin.

Seperti diketahui, Khofifah- Herman sempat tidak lolos Pilgub Jatim. Namun setelah digugat di DKPP, pasangan ini akan bertarung kembali pada Pilgub Jatim 29 Agustus 2013 nanti. Berdasar putusan DKPP, KPU pusat akhirnya menyatakan Khofifah- Herman sebagai pasangan cagub-cawagub dengan nomor urut 4.

Hal inilah yang membuat Khofifah merasakan perjuangan luar biasa. “Lebaran itu sebenarnya Idul Fitri, kembali pada yang suci. Dan itu artinya kemenangan yang diperoleh setelah berjuang keras di bulan Ramadan, berjuang melawan lapar dan haus. Berjuang melawan hawa nafsu dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa,” kata Khofifah, kemarin.

Cagub Bambang DH mengaku siap bekerja keras merebut dukungan rakyat Jatim saat kampanye nanti. Dia memaknai Idul Fitri dengan bekerja keras. ”Setiap perjuangan, setiap kerja keras pasti berakhir. Mari akhiri dengan kemenangan,” tandas mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu.

Cawagub Saifullah Yusuf tak ingin kalah dengan para pesaingnya. Dia meminta warga Jatim untuk meneruskan yang baik dalam memaknai lebaran. ”Tuku kripik dino riyoyo, sing wis apik ayo diterusno (beli keripik di hari raya, apa yang sudah baik ayo kita teruskan),” katanya lewat pantun berbahasa Jawa.

Modal Karwo- Ipul memang lebih baik dibanding para pesaingnya. Mereka telah memerintah Jatim selama lima tahun. Inilah modal menggaet suara pada Pilgub Jatim nanti. Jika melihat tahapan Pilgub Jatim, usai hari raya Idul Fitri merupakan masa-masa rawan. Empat kontestan akan diberi waktu kampanye, 12 Agustus sampai dengan 25 Agustus 2013. Masa tenang pilgub Jatim dimulai pada 26 Agustus hingga 28 Agustus 2013.

Tak pelak masyarakat Jatim akan terpecah menjadi empat karena mendukung jagoannya masing-masing. Karena itu, ulama Nahdlatul Ulama (NU) Jatim mengimbau agar Idul Fitri menjadi ajang menjaga silaturahmi. Idul Fitri sebagai wahana untuk memperbaiki hubungan antarmanusia.

Silaturahmi juga mampu menghapuskan kesalahan yang pernah dibuat antarsesama. “Sedangkan pada saat Idul Fitri kita bersih pada sesama manusia, saling memaafkan atas dosa yang diperbuat. Sering kita tidak sengaja menyinggung bahkan menyakiti perasaan orang lain,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim Sholeh Hayat.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid. Selain dimaknai lambang kemenangan umat Muslim, Idul Fitri merupakan sarana tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Alam artinya ini adalah bentuk dari taubatan nasuha, taubat yang sesungguhnya. Idul Fitri juga mengajarkan manusia agar menjadi manusia pemaaf.

Sifat inilah yang terus diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Untuk menjadi pemaaf memang bukan hal mudah. “Allah sangat menyukai orang pemaaf, dan momen Idul Fitri ini menjadi momen untuk saling memaafkan,” lanjutnya. ●lutfi yuhandi/ soeprayitno/ arief ardliyanto

Senin 11 November 2013

Related News