Pencurian Mendominasi, Korban Petasan Berjatuhan

SEMARANG - Momentum arus mudik dan balik Lebaran 2013 ini, masih diwarnai aneka tindak kejahatan. Berdasarkan data yang dilansir Polda Jawa Tengah, pada 10 hari Operasi Ketupat Candi (OKC) 2013, terjadi 126 kasus.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan 2012 lalu, yakni 246 kasus. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) menduduki peringkat teratas dengan 19 kejadian. Namun, jumlah itu menurun dibanding tahun lalu, yakni 35 kejadian. Peringkat kedua merupakan kasus pencurian biasa dan kasus penipuan yang jumlahnya mencapai angka 17 laporan.

Kasus pencurian kendaraan bermotor juga masih tinggi, ada 14 kasus. Sedang kasus narkoba dan psikotropika serta terorisme hingga data yang dihimpun tertanggal 11 Agustus, masih nihil. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djihartono mengatakan jajarannya terus melakukan berbagai upaya untuk menciptakan rasa aman, termasuk akan mengambil tindakan tegas para pelaku kriminal.

“Secara umum, total jumlah kejadian kriminal ini turun dibanding tahun lalu di periode yang sama,”paparnya saat ditemui di Mapolda Jawa Tengah, kemarin. Di sisi lain, momentum Ramadan ataupun Lebaran kali ini juga masih diwarnai dengan korban – korban petasan. Baik korban tewas maupun korban luka.

Di saat OKC 2013 berlangsung, ada dua korban ledakan petasan di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Petasan itu berukuran cukup besar dan panjangnya hampir 130 cm. Dua remaja menjadi korban karena petasan tiba – tiba meledak saat mereka mencoba menyulutnya dari jarak dekat. Insiden terjadi pada Rabu (7/8) lalu menjelang pukul 12.00 siang.

Novianto, 27, warga sekitar, mengatakan insiden itu menyebabkan warga berteriak histeris karena panik. Mereka ketakutan, mengingat insiden meledaknya petasan dengan korban itu ditonton warga yang berkerumun. Lokasi ledakan sendiri terletak di Kali Comal, wilayah Bendungan Semingkir. Sehari kemudian, dua pengendara motor, David Nur Wicaksono, 13 dan Nur Rochim, 13, menjadi korban ledakan saat berboncengan sepeda motor Yamaha Mio H 5983 VM di Jalan Raya Mangkang Wetan – Palir, sekira pukul 12.00.

Mereka menderita luka bakar dan dilarikan ke RSUD Tugurejo Semarang. Insiden terjadi saat mereka berboncengan membawa petasan dalam jumlah besar. Belum diketahui penyebab pastinya, petasan yang mereka bawa meledak saat motor sedang melaju. Motornya ludes terbakar. Minggu (11/8) sekitar pukul 10.30, Santarji, 75, kakek pembuat petasan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Santarji yang tinggal di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupatan Banyumas, Jawa Tengah, meregang nyawa saat membuat petasan. Di tengah pembuatan itu, petasannya tiba – tiba meledak. Bahkan getaran akibat ledakkan- nya mencapai radius 100 meter dan suaranya terdengar hingga radius 300 meter. “Kasus- kasus itu masih ditangani kepolisian setempat,” tutup Djihartono. ●eka setiawan/ mg01

Sabtu 09 November 2013

Related News