PEMBUNUHAN SISKA- Tiga Polisi Segera Jalani Sidang Etik

BANDUNG – Kompol A yang diketahui pernah memiliki hubungan dengan korban pembunuhan, Fransiska Yopi (Siska), akan disidang etik karena tindakan indisipliner.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, selain Kompol A, kedua anggotanya yang akan menjalani sidang etik yakni Bripka AF (anggota lantas Polres Bandung) serta Brigadir FP (anggota Dalmas Polrestabes Bandung). Mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan PP No 2 Tahun 2013 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri dan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Anggota Polri. “Sebagai anggota Polri, yang bersangkutan diduga telah melanggar disiplin serta kesusilaan,” ucap Martinus kemarin.

Terkait dengan pemberian sanksi tersebut, Martinus mengungkapkan Kompol A pernah memiliki hubungan dengan Siska sejak 2010 dan berakhir pada Agustus 2012 lalu. Bahkan, hubungan mereka tidak hanya hubungan biasa, tapi karena sudah sampai keluarga. “Tapi karena A sudah memiliki istri, maka hubungannya berakhir,” ujarnya.

Sementara itu, keterlibatan Bripka AF dan Brigadir FP adalah diperintahkan Kompol A untuk mencari keberadaan Siska karena masalah pinjampakai mobil dan tempat indekosan yang berpindah-pindah. Sebelumnya mobil tersebut dilaporkan hilang saat dipakai orang tuanya. “Setelah dicari ternyata mobil tersebut disembunyikan dan akhirnya dikembalikan, dan tugas kedua anggota hanya sebatas itu,” tutur Martinus.

Penanganan tindakan indisipliner sejauh ini sudah ada tujuh saksi yang diperiksa dan berita acara pemeriksaan (BAP) sudah diselesaikan. Rencananya sidang etik akan dilaksanakan pekan depan. “Kami harus sudah menyelesaikan pelanggaran indisipliner dalam waktu satu bulan ke depan,” kata Martinus. Dia mengatakan sejauh ini tidak ada kaitan Kompol A dengan kasus pembunuhan Siska. Apalagi, Polrestabes Bandung sudah menangkap dua orang pelakunya. Bahkan dari hasil pemeriksaan, saat kejadian Kompol A tengah berada di hotel bersama keluarganya dan hal itu sudah dikonfirmasi ke beberapa pihak akan kebenarannya.

“Akan tetapi apabila dalam penyelidikannya ditemukan adanya keterlibatannya, maka akan dikenakan hukum pidana,” ungkapnya. Adanya spekulasi keterlibatan oknum anggota polisi yang terlibat dalam pembunuhan Siska, menurut Martinus, polisi bekerja tidak berdasarkan opini atau hasil pengamatan pihak luar. Semua itu didasarkan dari hasil olah tempat kejadian perkara dan analisis terhadap barang bukti.

“Kami hormati pihakpihak yang berasumsi (adanya keterlibatan polisi), tapi kami bekerja berdasarkan alat-alat bukti yang ada,” katanya. raden bagja mulyana/ant


Senin 11 November 2013

Related News