Tempat Penyulingan Minyak Simpang Bayat Ditutup

SEKAYU – Jajaran kepolisian dan TNI sepakat untuk segera menutup tempat penyulingan minyak mentah ilegal yang juga dijadikan tempat penampungan dan pengolahan minyak mentah curian di simpang Bayat Kecamatan Bayung Lencir dan sekitarnya.

Hal ini terwujud setelah dilakukan rapat koordinasi antara Polres Muba, Kodim 0401/Muba, Pemkab Muba, dan Pertamina di Polres Muba. Rencananya, 24 Agustus 2013, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Moeldoko akan turut meninjau simpang Bayat dan melakukan MoU dengan Pertamina, terkait pengamanan jalur pipa minyak Tempina Jambi–Plaju.

Kapolres Muba AKBP Iskandar F Sutisna mengatakan, sesuai kesepakatan dan jika tidak ada kendala, hari ini akan diadakan penertiban sekaligus penutupan tempat penyulingan minyak mentahdiwilayahsimpangBayat dan sekitarnya. Pasalnya, seluruh tempat penyulingan itu tidak memiliki izin alias ilegal.

“Kami sudah kerahkan tim gabungan sebanyak 380 personel untuk operasi illegal tapping tersebut. Tempat penyulingan di simpang Bayat tidak ada izin satu punjuga. Jadi, tempatituilegaldan kamitertibkan,” ujarIskandar. Meski begitu, untuk penyulingan sumur-sumur tua di Muba diatur ketat dan bisa dikelola. Namun, hasilnya, Pertaminadiminta untukmembelinyasehinggatidak dijual kepada cukong atau masyarakat karena akan kembali menyuburkan praktek  illegal tapping.

Sementara bekas tempat penyulingan minyak mentah akan ditanami pohon-pohon dan dilarang untuk melakukan aktivitas lagi. Mengenai hasil operasi illegal tapping, pihaknya terus melakukan operasi. Bahkan, sejak Januari–Juli 2013, sudah ada 163 tangkapan. Untuk operasi illegal tapping memasuki minggu ketiga sudah berhasil menangkap 21 orang. Dengan peran berbagai macam, mulai dari yang melubangi pipa, mengalirkan selang ke drum penampungan di truk, hingga yang menjual minyak mentah ilegal tersebut ke penyulingan di simpang Bayat.

 “Kami tindak tegas siapa pun yang terlibat dan kami berharap ada pengakuan jujur tersangka yang kami tangkap, siapa yang membekingi aksi mereka. Tidak menutup kemungkinan, ada oknum yang terlibat. Namun, sampai saat ini belum berhasil kami buktikan. Pokoknya, kami tidak pandang bulu,” ujar dia. Terhadappelaksanaanoperasi pemberantasan illegal tapping di simpang Bayat, Dandim 0401/- Muba Letkol (Inf) Haryantana mengatakan, pihaknya sangat mendukungoperasitersebut.

Menurutdia, perluadatindakantegas dan pengawasan terpadu. Apabila tidak segera bertindak, praktik illegal tapping akan semakin meluas. “Direncanakan juga pada 24 Agustus2013, KepalaStafTNIAD (KSAD) Jenderal Moeldoko turut juga meninjau lokasi simpang Bayat dan sekitarnya, serta melakukan MoU dengan Pertamina terkait pengamanan jalur pipa minyak tempinaJambi–Plaju,” ucapdia. sierra syailendra

Senin 11 November 2013

Related News