Program ASI Eksklusif Gagal

SURABAYA– Kesadaran masyarakat Jawa Timur untuk memberikan ASI (air susu ibu) eksklusif di Jatim masih sangat rendah. Bahkan cakupan ASI gagal mencapai target yang ditetapkan.

Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dari dinkes kabupaten/ kota, tahun 2013 ini diketahui cakupan pemberian ASI eksklusif sebanyak 68,3%, padahal targetnya adalah 75%. Meski gagal mencapai target, namun Kepala Dinkes Jatim dr Suharsono memberikan pujian kepada Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Nina Soekarwo.

“Kita semua jadi bangga Bude Karwo perhatian dan berhasil meningkatkan kesadaran pentingnya ASI eksklusif,” tandas Suharsono di depan ratusan peserta acara Temu Kader Posyandu Dalam rangka Peringatan Pekan ASI se-Dunia di Mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya kemarin. Acara Temu Kader Posyandu ini digelar oleh Dinkes Jatim. Acara yang mendatangkan Master Chief Ken ini dihadiri oleh 500 kader posyandu se-Jatim.

Selain itu, hadir juga puluhan ibu menyusui dan bayinya dari Surabaya. Meski cakupan ASI eksklusif jauh dari target, namun Suharsono tetap menargetkan dua tahun lagi cakupan ASI eksklusif sudah mencapai 100%. Dinkes akan terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai target tersebut. “Target kami 100% sampai 2015 nanti,” tegasnya yakin. Untuk mencapai target tersebut, dinkes melakukan sejumlah upaya. Diantaranya adalah dengan melakukan edukasi kepada para kader posyandu akan pentingnya ASI eksklusif.

Para kader posyandu ini kemudian akan melakukan pendampingan kepada para ibu menyusui, agar mereka mau memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Selain itu, dinkes juga mengerahkan para bidan. Menurut mantan Bupati Ngawi dua periode ini, bidan merupakan orang pertama yang menangani kelahiran seorang bayi. Para bidan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang benar kepada para ibu yang baru melahirkan bayinya.

“Bidan juga harus membantu upaya inisiasi menyusui dini,” kata Suharsono. Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Nina Soekarwo berharap cakupan ASI eksklusif terus meningkat. Diamenargetkan100% bayi 0-6 bulan di Jatim mendapatkan ASI eksklusif. “Kami berharap target 100% ini bisa terealisasi secepatnya, saya tidak berani targetkan waktu. Yang penting ini (cakupan ASI eksklusif) progress terus,” ujarnya. Istri Gubernur Jatim non aktif Soekarwo ini meng-ungkapkan, pemberian ASI eksklusif justru paling rendah adalah di perkotaan.

Pasalnya, ibuibu di perkotaan mayoritas bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk memberikan ASI eksklusif. Selain itu, ada mitos yangmenyebutkanbahwamemberikan ASI eksklusif akan merusak keindahan tubuh sang ibu. Padahal, kata dia, asumsiasumsi itu salah semua. Pemberian ASI eksklusif memiliki banyak manfaat.

Diantaranya adalah anak menjadi cerdas, daya tahan anak lebih kuat, hubungan emosional ibu dan anak juga erat, serta tubuh ibu menyusui tetap bisa kembali indah seperti semula. “Kampanye pentingnya ASI eksklusif terus kami gaungkan. Kami juga berharap instansi pemerintah, instansi swasta, dan pusat perbelanjaan menyediakan fasilitas pojok laktasi,” tuturnya. ●deny bachtiar

Sabtu 09 November 2013

Related News