Belajar Buat Senpi dari YouTube

SEKAYU – Jajaran Polres Muba membongkar tempat perakitan senjata api ilegal di Dusun 1 Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa. Polisi menangkap Wiyono bin Budi Reno, 34, yang saat itu kedapatan tengah membuat senpi di garasi rumahnya.

Barang bukti dua senjata api (senpi) rakitan, 14 buah silinder, mesin bor, mesin gerinda, mesin las listrik, plat besi 1 sentimeter, dan peralatan bengkel. Namun siapa sangka, kemampuannya merakit senpi rakitan itu diperoleh dengan menonton video YouTube. Wiyono yang selanjutnya digelandang ke Polres Muba mengakui segala perbutannya.

Di hadapan petugas, dia menuturkan, aktivitas terlarang itu dilakukannya sendiri dengan hanya mengandalkan peralatan seadanya, termasuk barang bekas. Wiyono sudah melakoni pekerjaan itu selama tiga bulan dan berhasil menjual enam senpi rakitan kepada warga. “Dua senpi lagi saya buat karena ada pesanan orang,” ujar Wiyono, kemarin.

Senpi rakitan yang dibuatnya dijual bervariasi, dari harga Rp700.000 sampai Rp1,5 juta/- pucuk. Bermodalkan Rp100.000 untuk satu pucuk senpi, Wiyono yang mengaku tidak tamat SD ini berhasil mengantongi keuntungan yang cukup besar. Satu senpi rakitan, dibuatnya dalam waktu dua minggu. Wiyono sendiri merupakan warga transmigrasi. Dulu, dirinya tinggal di Sumber Rejo.

Kemudian pindah ke Desa Sungai Dangku Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. “Saya lakukan ini karena kebutuhan hidup, perekonomian lemah. Jadi, terpaksa saya lakukan hal ini walau dengan risiko tinggi,” katanya. Pekerjaan merakit senpi dipelajarinya dari internet dengan membuka video YouTube.

Berulang kali video YouTube itu dipelajarinya hingga detail. Bahkan, Wiyono sengaja membeli pistol mainan untuk mempelajari desain senpi tersebut. Berbekal keahliannya bekerja di bengkel motor dan las bubut, sedikit demi sedikit dia mulai mencontoh cara-cara membuat senpi. Wiyono lalu menyiapkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat senpi, seperti gir motor bekas untuk dijadikan pelatuk, plat besi untuk tutup kanan dan kiri senpi, serta laras senpi itu sendiri.

Selain itu, juga ada ampelas dan dempul. “Saya juga ada mesin potong dan las. Biasanya kerja pada sore hari di dalam garasi rumah dan tertutup rapat,” ujar dia seraya menuturkan, pekerjaan merakit senpi dilakukan di tempat tinggalnya di perumahan guru di SDN 3 Air Balui, karena wiyono tinggal bersama istri yang bekerja sebagai guru honorer di sekolah tersebut beserta dua orang anaknya.

Meski awalnya membuat senpi rakitan hanya coba-coba, ternyata banyak yang memesan, sehingga keuntungan yang diperolehnya cukup menjanjikan. Namun, sepak terjang Wiyono berhasil diendus pihak kepolisian sehingga dengan mudah dirinya diciduk petugas berikut barang buktinya.

Kapolres Muba AKBP Iskandar F Sutisna melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto menuturkan, pelaku dibekuk Senin (19/8) sekitar pukul 21.45 WIB. Penangkapan pelaku bermula dari informasi warga. Penangkapan ini merupakan upaya antisipasi terhadap peredaran senpi di wilayah hukum Polres Muba. Sebab, di setiap setiap wilayah secara umum punya potensi keberadaan pembuatan senpi rakitan.

“Sebenarnya kita tidak menyangka tersangka bisa membuatnya cukup simpel. Namun, hasilnya pun masih kurang bagus, cuma sangat membahayakan,” ujar Bagus. Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU Darurat No 12/2002 tentang Senpi, dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun. sierra syailendra

Sabtu 09 November 2013

Related News