Kejati Didesak Tahan Idham Samawi

BANTUL– Masyarakat Bantul pegiat anti korupsi mendesak agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Yogyakarta segera menahan mantan Bupati Bantul Idham Samawi.

Meski sudah menjadi tersangka, Kejati masih enggan menahan Idham. Kepala Divisi Investigasi Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) Irwan Suryono menegaskan, Kejati harusnya melakukan penahanan terhadap Idham Samawi. Karena, tersangka dugaan korupsi hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bantul ini merupakan mantan Bupati Bantul serta suami dari bupati Bantul saat ini, Sri Suryawidati, yang masih memiliki kekuatan untuk menggerakkan mesin birokrasi di Bantul.

Sehingga, Idham Samawi ditakutkan dapat memengaruhi para saksi yang lain. “Bukan hanya bisa menekan, tetapi kemungkinan juga bisa menghilangkan barang bukti. Untuk itu, kami mohon segera ditahan,” kata Irwan. Beberapa indikasi yang mengarah ke hal tersebut sudah mulai terjadi. Menurut Irwan, hilangnya arsip Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) bukan sebuah kebetulan.

Apakah yang hilang tersebut berkaitan dengan Persiba atau pun bukan, namun raibnya berkas laporan keuangan tersebut memiliki motif tertentu. Apalagi, tidak berselang lama dari kejadian pencurian tersebut, Kantor DPKAD menjual kertas-kertas bekas ke sebuah perusahaan pengepul. Penjualan ini bukan sebuah kebetulan karena bisa jadi ada motif lain di balik langkah tersebut.

Salah seorang staf DPKAD yang tidak bersedia disebut namanya ketika dikonfirmasi oleh wartawan membenarkan, jika pihak DPKAD memang menjual kertas-kertas bekas beberapa hari yang lalu. Namun ia membantah jika kertas yang dijual tersebut adalah berkas atau dokumen yang dimiliki oleh DPKAD.

Menurutnya, kertas yang dijual tersebut adalah kertaskertas bekas seperti kertas dari pencetakan yang salah dan koran- koran bekas yang sudah ti- dak terpakai lagi. Penjualan tersebut tidak mungkin merupakan dokumen atau arsip DPKAD karena perlakuan dokumen atau arsip sudah diatur dalam undang-undang.

“Memang kami menjualnya. Tetapi itu bukan arsip, hanya kertas bekas yang sudah tidak terpakai dan menumpuk di gudang. Itu pun hanya dari bagian kami saja, bukan keseluruhan DPKAD,” kata dia yang saat ini bekerja di bagian perbendaharaan DPKAD tersebut. Dia mengatakan, penjualan tersebut dilakukan karena tempat penyimpanannya sudah tidak muat lagi.

Apalagi penjualan tersebut baru pertama kali dilakukan, sehingga wajar jika tempat untuk menyimpan sudah penuh. Sementara itu, Ketua Forum Peduli Pendidikan Bantul Zahrowi berharap, agar Idham Samawi bisa menjadi contoh teladan masyarakat Bantul. Ia mendesak agar Idham Samawi bersikap jujur dalam posisi apapun, baik sebagai tersangka ataupun bukan. “Beliau itu orang baik, maka harus bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi penerus terutama kalangan pelajar di Bantul. Ia harus bisa jujur,” tandasnya. ●erfanto linangkung             

Senin 18 November 2013

Related News