Sangkala Ruslan Jadi Tersangka

MAKASSAR– Kejaksaan Tinggi Sulsel akhirnya menetapkan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Sangkala Ruslan, sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan lahan pembangunan Gedung Celebes Convention Centre (CCC).

Sangkala Ruslan ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan bertindak sebagai aktor intelektual pada terjadinya tindak pidana korupsi pada proyek di Jalan Metro Tanjung Bayang senilai Rp3,4 miliar. Pada pengadaan lahan pembangunan Gedung CCC pada 2005, Sangkala Ruslan juga merupakan Wakil Ketua Tim Koordinasi di lingkup Pemprov Sulsel.

Sebelumnya, Kejati menetapkan mantan Camat Mariso Agus AS sebagai tersangka dalam kasus ini. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim mengatakan, setelah tim penyidik bidang pidana khusus Kejati melakukan dua kali ekspose pascapenetapan Agus AS sebagai tersangka, akhirnya penyidik sepakat menetapkan tersangka baru.

“Setelah ekspose untuk kedua kalinya dan ditemukan fakta baru terkait perkara CCC ini, disepakati bahwa Sangkala Ruslan ikut terlibat dalam penyimpangan pengadaan pembangunan CCC,” ujarnya, kemarin. Nur Alim menjelaskan, sejumlah fakta terkait keterlibatan aktif Sangkala Ruslan dalam kasus itu.

Dimulai dari penyusunan satuan anggaran kerja yang waktu itu seharusnya dibuat oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas terkait, akan tetapi anggarannya langsung dialokasikan oleh tersangka yang menjabat Kepala Bappeda.

Selain itu, pada saat pembahasan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baru dilakukan, Sangkala Ruslan sudah secara aktif melakukan peninjauan dan rapat- rapat koordinasi pengadaan lahan, di mana semua tindakan tersebut sudah mengarah pada tanah yang jadi lokasi pembangunan proyek. “Tindakan aktif Kepala Bappeda (Sangkala Ruslan) itu antara lain dengan adanya nota dinas yang ditujukan pada Gubernur (Amin Syam), setelah adanya pengajuan surat penawaran tanah dari Hamid Rahim,” jelas Nur Alim.

Selain itu, Sangkala Ruslan dalam proses penentuan lokasi lahan CCC itu melakukan peninjauan lokasi sebanyak dua kali, pertama dia ditemani Camat Mariso Agus AS. Saat itu camat (Agus AS) mengatakan lokasi yang ditujuk, yakni lahan yang diklaim Hamid Rahim Sese itu strategis. “Setelah itu, dilakukan peninjauan kedua bersama dengan Gubernur Sulsel Amin Syam. Saat itu baru diperkenalkan dengan Hamid Rahim oleh tersangka (Sangkala Ruslan),” terangnya.

 Terpisah, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Chaerul Amir mengakui buktibukti untuk menetapkan Sangkala sebagai tersangka cukup kuat. Di antaranya surat tertanggal 17 Maret 2005 yang ditandatangani oleh Tjonneng Mallombassang yang saat menjabat Sekretaris Provinsi. Surat itu awalnya dikonsep oleh (mantan) Kepala Biro Ekbang Pemprov Sulsel Sayuti yang tujukan kepada Wali Kota Makassar (Ilham Arief Sirajuddin).

Akan tetapi, konsep surat itu kemudian dikoreksi oleh tersangka (Sangkala Ruslan) dengan memasukkan tiga hal penting yakni penunjukan lokasi lahan seluas 6 hektare di Jalan Metro Tanjung Bunga dan menunjuk pemilik adalah Hamid Rahim Sese.“Surat ini yang ditandatangani oleh Sekda (Tjonneng Mallombassang),” urainya, kemarin.

Koreksi surat dan penunjukan lokasi oleh Sangkala Ruslan dinilai sebagai sebuah pelanggaran, karena selaku Kepala Bappeda Sulsel kala itu, Sangkala juga mengetahui kalau Pemprov Sulsel memiliki lahan seluas 11 hektare di Tanjung Bunga. Jika menggunakan lahan tersebut sebagai lokasi pembangunan CCC, maka seharusnya Pemprov Sulsel tidak perlu lagi melakukan pembebasan lahan atau membayar santunan.

Selain itu, Kejati juga menemukan adanya surat pengajuan penawaran lahan untuk pembangunan CCC ke Pemprov Sulsel yang diajukan oleh terpidana Hamid Rahim Sese. “Sangkala Ruslan ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitas intelectual dadder (auktor inteketual) kasus ini,” ungkap mantan Kajari Tangerang tersebut.

Dalam kasus CCC ini, Kejati telah menetapkan mantan Camat Mariso Agus AS sebagai tersangka dengan sangkaan menerima uang sebesar Rp750 juta dari terpidana empat tahun penjara kasus CCC Hamid Rahim Sese.

Penyaluran uang tersebut tidak mampu dipertanggungjawabkan oleh Agus. Pihak kejati menyatakan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bakal bertambah seiring proses penyidikan yang berjalan. yakin achmad

Selasa 12 November 2013

Related News