Asrul Korban Mafia Tanah

PALEMBANG – Status Asrul Indrawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan surat tanah hingga kemarin tidak berubah dan tetap ditahan penyidik Satuan Reskrim di Mapolresta Palembang kendati kuasa hukumnya Mualimin mengajukan surat keberatan dan mohon perlindungan hukum kepada Kapolresta Palembang dan Kapolda Sumsel.

“Ada apa dengan kasus ini, secara prosedur hukum sesuai pasal 123 KUHAP, kita sudah mengajukan keberatan, tetapi sampai detik ini tidak ada balasan dari Kapolresta Palembang terkait surat keberatan penahan klien kami itu. Padahal jelas secara aturannya, setelah tiga hari surat dimasukkan, Kapolresta wajib membalasnya,” ungkap Mualimin kepada wartawan di kantornya, kemarin.

Bahkan sampai detik ini, lanjut Mualimin, saat dilakukan pemeriksaan terhadap kliennya, penyidik tak memperbolehkan kliennya didampingi kuasa hukumnya. “Ada apa ini. Anehnya lagi, sebenarnyakliennyaterlebih dulu melaporkan oknum polisi yang bertugas di Polda Sumsel AY ke SPKT Polda Sumsel terkait pemalsuan surat tanah juga, namun sampai detik ini penyidik Unit Harda Ditreskrimum Polda Sumsel dalam kasus laporan kliennya belum memanggil terlapor oknum polisi AY untuk diperiksa,” ucapnya.

Hebatnya lagi, saat terlapor oknum polisi itu melaporkan balik kliennya ke SPKT Polresta Palembang dalam kasus dugaan pemalsuan surat tanah juga, hanya dalam waktu satu bulan penyidik Satuan Reskrim Polresta Palembang sudah menetapkan kliennya Asrul Indrawan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Karena itulah, dalam waktu dekat ini, ujar Mualimin, dia sebagai kuasa hukum kliennya akan memasukan surat ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI. “Kami ingin klien kami dilindungi LPSK termasuk saksi lainnya,” ucapnya. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Joko Djulianto mengatakan, berkas kasus tersangka Asrul tetap diproses pihak kepolisian. ade satia pratama/ m moeslim

Jumat 08 November 2013

Related News