Dokumen DED RSIA Dikebut

SOLO– Dokumen bestek atau detail engineering design (DED) pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) ditargetkan selesai disusun Oktober mendatang, demi mengejar penganggaran Rp25 miliar di APBN.

Proses pembuatannya sudah dimulai beberapa bulan lalu. “Diharapkan selesai sebelum akhir tahun karena dokumen ini sebagai bahan mengusulkan pendanaan dari pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, kemarin. Pemkot harus ngebut jika tidak ingin kembali gagal mendapatkan anggaran pada APBN 2014. Sebelumnya, rencana pembangunan RSIA sudah mundur dari target tahun ini gara-gara pemkot telat menyampaikan proposal anggaran, sehingga tidak mendapat alokasi di APBN 2013.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menargetkan proposal berikut DED RSIA selesai maksimal Oktober agar bisa sampai ke pemerintah pusat sebelum pembahasan APBN 2014. Siti optimistis DED selesai tepat waktu. Hanya saja, realisasi RSIA tergantung kebijakan pusat. “DED diharapkan selesai tepat waktu. Namun apakah ini menjadi jaminan anggaran pusat turun, saya tidak bisa pastikan. Ini mengikuti proses dan mekanisme kebijakan pemerintah pusat,” katanya.

Rencananya, fasilitas kesehatan pertama di Kota Solo khusus bagi ibu, anak dan kaum hawa ini dibangun satu kompleks dengan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Mojosongo dan taman program pengembangan kota hijau (P2KH). Program RSIA tahun ini gagal, namun dua program lain direstui pemerintah pusat. “Memang ada beberapa program yang diusulkan dibiayai APBN. Namun untuk tahun ini, baru dua yang dikucuri anggaran yaitu rusunawa dan program tamanisasi,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agus Djoko Witiarso.

Menurutnya, integrasi program yang diawali pembangunan rusunawa oleh Kementrian PerumahanRakyat (Kemenpera) sudah tepat. Fasilitas ini menjawab kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dia tidak menafikan fasilitas kesehatan juga penting. “Pemkot sifatnya hanya mengusulkan dan menyediakan lahan. Rusunawa boleh dibilang prioritas, mengingat sudah ada instansi pengelola serta mendorong pembuatan infrastruktur pendukung, seperti transportasi, jaringan listrik, dan air bersih,” ucap dia.

Agus mengatakan, rusunawa akan dibangun setelah proses penghapusan aset SMAN 8 rampung. Tersedia lahan sekitar 4.000 meter persegi di area SMAN 8, untuk membangun fasilitas terpadu tersebut. Rencananya rusunawa dibangun dua twinblock dengan daya tampung 184 keluarga miskin. “Ini juga didukung autis centre di kawasan itu,” tandasnya. abdul alim

Selasa 12 November 2013

Related News