Amir Gugat Hasil Pilkada Lebak ke MK

LEBAK- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Lebak, Amir Hamzah-Kasmin, menggugat hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan dilakukan karena pasangan ini menemukan kecurangan dan praktik politik uang dalam pilkada yang digelar Sabtu (31/8) lalu. Amir Hamzah mengatakan, ada campur tangan birokrasi yang berpihak kepada calon bupati terpilih Iti Oktavia– anak Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya– yang berpasangan dengan Ade Sumardi. ”Kami menolak hasil pleno KPU yang menetapkan pasangan Iti Oktavia- Ade Sumardi sebagai bupati dan wakil bupati terpilih. Insya Allah besok (hari ini) kami akan ajukan gugatan ke MK,” kata Amir saat dihubungi kemarin.

Pria yang saat ini masih menjabat sebagai wakil bupati Lebak ini mengatakan, pasangan Iti–Ade layaknya pasangan incumbent sehingga seluruh sarana dan fasilitas Pemerintah Kabupaten Lebak dikerahkan untuk kemenangan pasangan ini. “Pengerahan birokrasi, penggunaan dana APBD, dan intimidasi terhadap birokrat hingga RT dilakukan untuk memenangkan pasangan ini,” kata Amir.

Dia mengaku memiliki bukti terkait pengerahan birokrasi yang dilakukan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya untuk memenangkan putrinya. Amir juga mengetahui seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Lebak diperintahkan untuk mengumpulkan dana pemenangan putri bupati tersebut. ”Saya juga mendapat data terakhir bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebak diminta dana senilai Rp30 juta oleh bupati untuk biaya pemenangan putrinya. Barang bukit telah kami pegang dan saksi di lapangan juga sudah kami miliki,” ungkap Amir.

Menurutnya, ada pengerahan dari kalangan pejabat sekretariat daerah (sekda) hingga kepala desa untuk memenangkan putri bupati. Hal tersebut merupakan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). “Kami akan minta Pilkada Lebak diulang karena kami telah menemukan banyak bukti praktik kecurangan,” ujar dia. Pasangan Amir–Kasmin yang didukung Partai Golkar ini berharap gugatan ke MK bisa dikabulkan untuk mencari keadilan dan kebenaran.

“Undangundang menjamin dan memberikan ruang hukum untuk mencari keadilan dan saya berharap MK bisa mengabulkannya,” harap Amir. Sementara itu, Iti Octavia yang dimintai tanggapan rencana gugatan pasangan Amir Hamzah-Kasmin ke MK terkait hasil Pilkada Lebak mengatakan akan menghadapinya. “KPU Lebak sudah menetapkan pasangan kami (Iti – Ade) sebagai pemenang dan enggak ada masalah pelanggaran. Kalau pasangan lain mau melakukan gugatan, itu silakan saja,” ucap Iti dalam acara ulang tahun Partai Demokrat ke-12 yang digelar di Gedung Korpri, Kota Serang, kemarin.

Menurut itu, dalam Pilkada Lebak ini calon incumbent itu Amir Hamzah, namun dirinya hanya kebetulan anak Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. “Yang saya lawan juga incumbent, tapi sah-sah saja mereka (Amir –Kasmin) menuntut mengajukan gugatan. Kalau mereka jual, kita beli. Kita akan hadapi, kenapa takut kalau benar,” kata Iti. Iti bahkan mengklaim ada salah satu pasangan calon yang tidak puas atau tidak terima dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU Lebak akan berhadapan dengan 62,37% masyarakat Lebak yang telah memilihnya.

“Kalau mereka menuntut, mereka akan berhadapan bukan hanya dengan saya, melainkan dengan masyarakat dan partai pendukung,” ungkap dia. Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kabupaten Lebak Uus Sutisna membantah ada pengerahan pejabat sekda hingga kepala desa untuk memenangkan putri Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. “Saya tegaskan, tidak ada surat resmi dari bupati untuk memenangkan pasangan calon. Yang ada adalah surat tugas untuk monitoring jalannya pilkada,” ucap Uus.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak secara resmi menetapkan pasangan Iti Oktavia - Ade Sumardi sebagai bupati dan wakil bupati Lebak periode 2013-1018 pada Minggu (8/9). Pasangan ini mengalahkan dua calon bupati dan wakil bupati Lebak Amir Hamzah - Kasmin dan pasangan Pepep Faisaludin - Aang Rasidi. Iti Oktavia merupakan anggota DPR dari Partai Demokrat dan pasangan Ade Sumardi adalah ketua DPC PDIP Lebak. Pasangan ini diusung koalisi Partai Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindra, PPP, PKS, PPNU, dan meraih suara terbanyak yaitu 407.156 suara (62,37%).

 Sedangkan suara Amir-Kasmin, yang didukung Partai Golkar, meraih 226.440 suara (34,69%). Terakhir pasangan Pepep Faisaludin - Aang Rasidi yang maju dari perseorangan meraih suara sebanyak 19.163 (2,94%). teguh mahardika

Kamis 14 November 2013

Related News