GKR PEMBAYUN - Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun saat ini tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan sosial. Putri sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X ini sedang fokus pada permasalahan remaja dan kesehatan reproduksi remaja.

Kegiatan ini dilakukan setelah sebelumnya GKR Pembayun aktif bergabung di organisasi kepemudaan dan karang taruna. Perhatian GKR Pembayun pada permasalahan remaja bukan tanpa alasan. Data dari United Nation di bidang kependudukan yang mengungkapkan bahwa pergaulan di tingkat remaja saat ini tengah berada pada titik rawan dan perlu mendapatkan perhatian ekstra dari seluruh elemen masyarakat.

Beberapa poin penting dalam permasalahan remaja adalah dilegalkannya aborsi. Hal ini harus diimbangi dengan upaya perlindungan pada anak dan semua permasalahan ini berakar pada satu masalah, yaitu masalah ekonomi. Di Kota Yogyakarta, hal ini sudah sangat meresahkan karena DIY berada pada urutan 17 dari 33 kasus yang berhubungan dengan HIV/AIDS. “Saat ini saya memang ingin fokus pada permasalahan remaja.

Karena ini menjadi tanggung jawab kita semua, terlebih saya juga memiliki adik, saudara, dan sepupu-sepupu perempuan yang juga harus diberi informasi dan dilindungi. Selama ini kerja sama yang saya lakukan dengan BKKBN, tapi lebih ke arah KB dan ekonomi produktif. Ke depan akan saya arahkan kerja sama lebih ke pembinaan keluarga dan anak,” kata GKR Pembayun ketika ditemui di rumahnya yang asri di Jalan Suryomentaraman No 29 Panembahan Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

GKR Pembayun menambahkan, solusi untuk mengatasi permasalahan remaja adalah dengan cara kembali pada kerukunan sebuah keluarga karena keluarga adalah pondasi dan inti tempat anak-anak tumbuh dan berkembang. Selain keluarga, sekolah juga memiliki peranan penting untuk membentuk karakter generasi muda terutama remaja. Sebagai seorang wanita yang diberi keleluasaan melakukan aktivitas dan pekerjaan di luar rumah hendaknya tidak melalaikan tugas utama sebagai seorang ibu.

Sesibuk apapun ibu bekerja dan berkegiatan di luar rumah harus dapat taking caredengan keluarga. “Salah satu cara saya untuk selalu taking careadalah saya selalu mengantar anakanak sekolah setiap pagi. Meski terkesan sepele, tapi hal-hal seperti ini setidaknya dapat membangun komunikasi yang baik dengan anak dan saya percaya bahwa penguasa pertama terhadap anak dan generasi penerus adalah ibu,” tuturnya.

Berbicara soal remaja dan wanita tidak terlepas dari pandangan tentang kesetaraan gender yang masih dianggap sebelah mata oleh sebagian masyarakat. Namun, tidak demikian dengan pandangan kesetaraan gender yang dimiliki GKR Pembayun. Menurut GKR Pembayun, wanita berhak mendapatkan wawasan yang lebih baik. Wawasan yang luas akan meminimalkan terjadinya KDRT dalam rumah tangga.

Semua kembali pada basicedukasi yang dimiliki wanita. Wawasan dan edukasi yang luas akan membuat wanita mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang baik dalam rumah tangga. “Kalau dulu Ibu Kartini selalu memperjuangkan hak para wanita untuk dapat bersekolah. Saat ini semua wanita memiliki akses besar untuk mengenyam pendidikan, tinggal bagaimana perempuan mau atau tidak memanfaatkan kesempatan untuk sekolah.

Peran orang tua dalam keluarga juga penting untuk tidak membeda-bedakan kesempatan mendapatkan hak edukasi, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Anak perempuan pun memiliki kesempatan untuk belajar setinggitingginya,” ujarnya. windy anggraina


Kamis 07 November 2013

Related News