Pilkada Taput Semakin Dilematis

MEDAN – Pascaputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait Pilkada Tapanuli Utara (Taput) yang menetapkan Pinondang Simanjuntak– Ampuan Situmeang sebagai pasangan calon, ternyata membuat dilematis KPU Sumatera Utara (Sumut).

Terutama terkait dukungan partai politik (parpol) terhadap pasangan tersebut yang ternyata sama sekali tidak masuk dalam amar putusan DKPP. Ketua KPU Sumut Surya Perdana mengakui bahwa dalam rapat pleno dan diskusi yang mereka lakukan kemarin, sudah menetapkan Pinondang- Ampuan sebagai pasangan calon. Namun, mengenai parpol pengusungnya, dia belum bisa menjawab secara tegas.

“Ini dilematis buat kami. Kalau empat parpol (Barnas, PPIB, PPRN, dan Partai Buruh) itu dibuat dukungannya ke Pinondang, pasangan yang lain pasti terancam. Kalau kami tetapkan kosong, dukungannya justru melanggar undang-undang,” ungkapnya kepada wartawan seusai Rapat Pleno KPU Sumut, Rabu (18/9) Surya pun mengarahkan wartawan agar bertanya langsung ke DKPP. Sebab, putusan tersebut masih sangat ambigu dan terkesan melemparkan permasalahan ke KPU.

Satu sisi KPU tidak mungkin membatalkan dukungan parpol pasangan calon yang sudah ditetapkan, sementara di sisi lain tidak diatur puladalamundang-undangbahwa pasangan calon bisa ditetapkan tanpa ada parpol pendukungnya jika memang tidak memakai jalur perseorangan. Sementara itu, ketika dikonfirmasi, anggota DKPP Saut Sirait menyatakan, dalam amar putusan mereka tidak menyebutkan soal dukungan parpol harus ke pasangan siapa.

Sebab, mereka hanya memutuskan agar KPU memberikan pemenuhan hak kepada pasangan Pinondang- Ampuan agar ditetapkan sebagai pasangan calon pada Pilkada Taput. Begitu pun, mereka juga tidak menyebutkan adanya pencabutan hak pasangan calon lain karena itu bagian yang berbeda dan tidak akan mengganggu hak pasangan calon lain. “Tidak, tidak ada pencabutan (hak pasangan calon lain).

Yang ada pemenuhan (hak Pinondang- Ampuan),” kata mantan Komisioner KPU Pusat itu. Saat ditanyakan kembali bagaimana nasib dukungan parpolnya, Saut hanya menyebutkan bahwa itu dibebaskan ke parpol. Dia juga memberi contoh kasus Pilkada Kota Tangerang yang punya kasus yang sama dan baru diputuskan bulan lalu. “Dibebaskan (dukungan parpolnya), seperti di Tangerang, ya terserah parpolnya,” ucapnya.

Namun, saat ditanya apakah bisa dikatakan bahwa dukungan parpol bagi pasangan Ponondang- Ampuan dikosongkan, mengingat empat parpol lainnya sudah ditetapkan mendukung pasangan calon lain, Saut justru menolak menanggapinya. “Saya tidak bisa katakan itu. Jangan katakan menurut Saut kosong dukungannya, bukan seperti itu,” tuturnya. Pernyataan Saut tersebut semakin membuat bingung KPU Sumut saat dikonfirmasi ulang.

Sebab, menurut Surya Perdana, undang-undang dan peraturan KPU sudah tegas menetapkan harus ada syarat minimal dukungan untuk setiap pasangan calon. Jika keempat parpol yang sebelumnya diklaim mendukung pasangan Pinondang- Ampuan, akan ada dua pasangan calon yang berkurang dukungannya dan terancam tidak lolos. Namun, itu sulit dilakukan mengingat KPU sudah menetapkan mereka sebagai pasangan calon. m rinaldi khair


Selasa 12 November 2013

Related News