Balap Liar - Meski Sering Dirazia, Pelaku Tak Pernah Kapok

JAKARTA – Polres Jakarta Barat bersama Polsek Kembangan menertibkan balap liar di Jalan Taman Aries, Kembangan, Jakarta Barat, dini hari kemarin. Sedikitnya 151 sepeda motor disita dalam razia tersebut.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran mengatakan, aksi balap liar khususnya di kawasan Kembangan memang sudah terbilang meresahkan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan, aksi balap liar tersebut juga melibatkan anak-anak di bawah umur. Razia balap liar itu juga bertujuan meminimalisasi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan penjahat bersepeda motor.

”Ada 151 motor yang kami amankan. Usia pemilik kendaraan ratarata di bawah 17 tahun,” katanya kemarin. Fadil menjelaskan, dalam penertiban tersebut pihaknya menerjunkan 30 personel gabungan dari Polres Jakarta Barat dan Polsek Kembangan. Menurutnya, pemberantasan aksi balap liar bukan hanya menjadi peran polisi. ”Yang terpenting dalam memberantas balap liar adalah ada pengawasan dari orang tua dan lingkungan belajarnya,” tuturnya.

Untuk itu, dia mengimbau orang tua dan para guru lebih bertanggung jawab dalam mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan kendaraan. ”Untuk orang tua jangan terlalu mudah memberikan sepeda motor kepada anak-anaknya, awasi jam malamnya, dan larang jika motornya dimodifikasi untuk balap. Sedangkan untuk guru agar lebih mendidik kedisiplinan, kepatuhan terhadap norma dan aturan,” paparnya.

Untuk para pemilik 151 kendaraanyangdiamankanitu, polisi hanya memberikan sanksi teguransimpatik. Merekahanyadiwajibkan membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan mereka yang ditandatangani orang tua, RT, RW, lurah, dancamatdimanamerekaberdomisili. ”Mereka (para pengendara) yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat seperti surat izin mengemudi (SIM) dan tanda nomor kendaraan (STNK) tetap kami tilang,” ungkapnya.

Sementara itu, R, 17, joki balap liar yang terjaring razia, mengatakan, Jalan Taman Aries atau kerap dikenal dengan Track Kawan Lama memang seringkali dirazia polisi. Meski sering memakan korban jiwa, aksi balap liar ini tetap memesona para penggemarnya. ”Namanya hobi gimanaya? Seandainya ada fasilitas juga kami enggak akan balap liar.

Di Sentul untuk latihannya saja mahal, udah gitu pake kartu izin start (KIS) seharga Rp600.000,” ungkapnya. Siswa kelas VII sekolah menengah pertama (SMP) ini mengakui, aksi balap liar bukan sekadar hobi. Ada taruhan menggiurkan bernilai jutaan rupiah dalam aksi berbahaya itu.

Dia pun tidak pernah kapok meski seringkali terjaring razia. ”Taruhannya bisa Rp10-15 juta. Kalau di Taman Mini, Jakarta Timur bisa sampai Rp50 juta, bahkan satu mobil Avanza juga pernah saya menangkan,” ucap warga Permata Hijau ini. bima setiyadi

Minggu 10 November 2013

Related News