Demo Pemuda Pancasila Ricuh

Ribuan pendemo dari FMMLG membakar ban dan motor bekas di depan Pendopo, Kabupaten Majalengka, kemarin. Massa mendesak aparat penegak hukum segera menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Majalengka.

MAJALENGKA– Unjuk rasa seribu anggota dari Forum Masyarakat Majalengka Lintas Generasi (FMMLG) yang mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Majalengka berakhir ricuh kemarin.

Sekitar enam kendaraan milik Satpol PP dirusak massa berseragam Pemuda Pancasila (PP). Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, massa merusak kendaraan yang sedang diparkir di halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Majalengka. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat massa membubarkan diri setelah mendapat tanggapan dari Bupati Majalengka Sutrisno.

Saat massa berjalan pulang, tepatnya ketika melintas di Kantor Satpol PP Majalengka, puluhan massa terlihat meringsek masuk ke halaman dan Aula Kantor Satpol PP. Tidak diketahui pasti penyebab terjadinya bentrokkan tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan diduga terjadi dari saling ejek antara pendemo dan anggota Satpol PP. “Mereka langsung melempar batu dan merusak sejumlah kendaraan,” kata warga di sekitar Kantor Pol PP.

Akibatnya, enam mobil yang diparkir di Kantor Pol PP rusak. Sejumlah kaca kendaraan pecah di bagian depan dan belakangnya. “Setidaknya ada enam mobil yang rusak, terdiri dari mobil dinas dan mobil pribadi. Kaca aula juga pecah dan sejumlah anggota luka-luka akibat lemparan massa,” kata petugas Satpol PP Endi Ernawandi. Beruntung bentrokan massa berhasil diredakan. Ratusan anggota kepolisian dan TNI yang mengamankan aksi unjuk rasa berhasil menghalau massa agar tidak anarkistis .

Kasatreskrim Polres Majalengka AKP Dedi Budiana mengatakan, bentrok antara pendemo dengan anggota Satpol PP sudah berhasil diredam. Pihaknya mengaku belum mencari pelaku utama dalam kejadian ini. “Belum ada yang diamankan, kami baru mengolah TKP dan mencari alat bukti peristiwa ini,” ujar dia kemarin. Dari hasil pantauannya, Ketegangan para pendemo sudah terlihat sejak mereka melakukan aksi di kantor Kejaksaan Negeri Majalengka sekitar pukul 10.00.

Hal itu terlihat dari aksi pelemparan ruang kejari yang mengakibatkan kaca pecah. Selain itu, massa merusak papan alamat Kantor Kejari dan membakar motor bekas yang belum diketahui kepemilikannya. Namun, aksi tersebut masih terkendali. “Puncaknya, kericuhan terjadi saat mereka membubarkan diri,” ujar dia.

Unjuk rasa massa FMMLG ini mendesak aparat hukum bisa menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Koordinator aksi Engkos mengatakan, banyak kasusdugaankorupsiyangbelumdiselesaikanaparat penegakhukum di Majalengka. Menurut dia, terdapat beberapa dugaan kasus korupsi yang pengusutannya tidak selesai dan terkesan dibiarkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejari Majalengka Mohammad Basyar Rifai menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen membongkar kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Dia juga berharap masyarakat bisa membantu memberikan laporan jika menemukan bukti dugaan kasus korupsi . inin nastain

Kamis 07 November 2013

Related News