Djuhari, Dokter Kandungan Gadungan - Punya Pasien hingga Timor Leste

Kondang sebagai dokter spesialis kandungan ternyata tak membuat nama Djuhari poluler di kampung halamannya. Sebaliknya, Djuhari tetap dianggap warga kampung biasa yang menjalani profesi sebagai paranormal.

Bagi warga kampung, profesi ini pun bukan sesuatu yang istimewa. Kawasan Jalan Pulowonokromo memang banyak dikenal orang yang ahli supranatural. Dari mulai ahli urut, ahli menerawang kesuksesan hingga mereka yang mahir mengobati pasien karena gangguan hal-hal gaib. Itu sebabnya, begitu nama dr Heri Prayogo disebut, tak seorang pun yang tahu. “Ten mriki mboten wonten dokter Heri.

Yen Pak Djuhari dukun, wonten. Griyane ten wingking,” tutur Sriyani, sambil menunjuk gang sempit di belang rumah nomor 295 Jalan Pulowonokromo. Bahkan beberapa warga lain tersenyum begitu sosok Djuhari disebut sebagai dr Heri Prayogo ahli kandungan. Ini karen secara fisik, Djuhari tak memiliki tampang seorang dokter. Djuhari berkulit hitam, berbadan kurus dan sedikit lusuh, jauh dari kesan kebanyakan dokter yang sering terlihat bersih dan terawat.

Satu-satunya simbol yang mungkin mengisyaratkan Djuhari sebagai dokter hanyalah kacamata putih berlensa kecil yang dipakainya setiap hari. Selain itu, tidak ada lagi. Ya, begitulah, identitas Djuhari sebagai seorang dokter kandungan hanya dikenal oleh pasien-pasien Djuhari sendiri. Mereka umumnya adalah orang-orang dari luar kota yang sebelumnya pernah menggunakan jasanya.

Seperti Jakarta, Kalimantan hingga Nusa Tenggara Timur. Bahkan istri Djuhari, Lusia Sudiarsih juga mengaku, banyak di antara pasien suaminya adalah warga negara Timor Leste. Tidak hanya yang memiliki masalah dengan kandungan saja. Mereka yang ingin karirnya moncer pun turut sowanke dokter gadungan itu. “Mereka ini datang sendiri. Wong kami juga tidak menyebar pamflet atau brosur. Beberapa pasien ada yang pernah menawari kami beriklan di internet.

Tetapi kami tolak,”aku Lusia. Pengakuan Lusia ini memang tidak berlebihan. Menurut sejumlah tetangga, hampir setiap hari tamu Djuhari datang silih berganti. Mereka yang datang pun dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat biasa hingga pegawai kantoran. “Tamunya gak pernah sepi mas. Ya, minimal empat sampai lima orang setiap hari,”tutur tetangga yang bersebelahan dengan rumah Djuhari.

Djuhari sendiri tak menampik semua itu. Menurutnya, banyak pasien datang kepadanya lantaran informasi antar pasien. “Terkenalnya ya dari mulut ke mulut. Saya juga tidak pilih-pilih pasien yang datang. Kalau keluhannya tentang karir atau pekerjaan ya saya bantu, termasuk juga yang sulit hamil,” akunya. Namun, iming-iming materi rupanya membuat Djuhari lebih sregsebagai dokter kandungan gadungan.

Bagaimana tidak, untuk praktik supranatural, bayaran yang diterima hanya sukarela. Sedangkan praktik sebagai dokter kandungan bisa mencapai Rp2 juta. Untuk diketahui, setiap kali kontrol, pasien dikenakan tarif Rp100.000. Namun, biaya itu bisa bertambah Rp2 juta bila ada penanganan medis lebih berat, seperti penanganan operasi. Potensi keuntungan ini pula yang membuat Djuhari semakin mantap mengubah namanya menjadi dr Heri Prayogo SpOg.

Tak hanya itu, dia juga berani modal besar dengan membeli sejumlah peralatan medis, seperti ranjang pasien, lampu khusus memeriksa kemaluan dan beragam jenis peralatan medis lainnya. Satu yang belum berani dilakukan Djuhari adalah memasang papan nama di rumah, tempatnya membuka praktik. Boleh jadi, Djuhari malu dengan para tetangga yang memang tahu bahwa dirinya hanyalah lulusan SMA dan tidak punya keahlian di bidang medis.

Apapun itu, kondisi ekonomi Djuhari kali ini lebih baik ketimbang masih berprofesi sebagai supranatural. Dulu rumah Djuhari hanya tembok sederhana. Sementara sekarang mulai dirombak lebih bagus dengan tambahan keramik di lantai dan dinding. “Baru tiga bulan ini dibangun. Dulunya ya tembok biasa,”tutur salah seorang tetangga Djuhari yang enggan disebut namanya. Djuhari menjalani profesi sebagai paranormal sejak tahun 1985 silam. Namun, mulai tahun 2011, profesi itu berubah menjadi seorang dokter ahli kandungan. ●

IHYA ULUMUDDIN
Surabaya       

Sabtu 16 November 2013

Related News