290.000 Bidang Tanah Belum Bersertifikat

SIDOARJO- Sebanyak290.000 bidang tanah di Kabupaten Sidoarjo belum bersertifikat. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, Badan Pertahanan Nasional (BPN) sudah memberi kemudahan dalam mengurusnya.

Kepala BPN Sidoarjo Ida Aniyati mengatakan, di Kabupaten Sidoarjo terdapat 740.000 bidang tanah. Jika dikalkulasikan, tanah yang sudah bersertifikat sekitar 40%. Dengan demikian tanah warga yang belum bersertifikat sekitar 290.000 bidang. Sedangkan sebanyak 450.000 bidang tanah masih berstatus Petok D dan Letter C. Meski demikian, Ida mengaku dalam beberapa tahun tertakhir ada peningkatan.

Ini karena adanya program dari BPN yang mempermudah pengurusan sertifikat. “Salah satunya Prona atau program nasional pertanahan,” ujar Ida saat menyerahkan 380 sertifikat Program Nasional (Prona) di Desa/Kecamatan Tulangan, kemarin. Menurut dia, banyaknya program penerbitan sertifikat yang gencar dilakukan BPN, harusnya dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Sebab, program itu mudahkan mendapatkan layanan pembuatan sertifikat.

Lanjut dia, BPN akan menunggu upaya dari pemerintah daerah dan respon masyarakat Sidoarjo, dalam menyongsong berbagai layanan sosial BPN. “Jika Pemkab Sidoarjo dan masyarakat siap, BPN siap memberikan program pro rakyat seperti prona ini,” terangnya. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang ikut menyerahkan sertifikat milik warga Desa Tulangan itu mengaku, selama ini kerap terjadi permasalahan kepemilikan tanah.

Diharapkan, warga bisa mengurus sertifikat agar kepemilikan tanahnya lebih kuat. Bukan hanya itu, dengan memegang sertifikat tanah sebenarnya lebih memudahkan masyarakat dalam mencari modal usaha. “Saya contohkan, kalau perlu modal usaha sertifikat bisa dijadikan agunan ke bank,” jelas Saiful Ilah. Untuk itulah, pihaknya meminta BPN mempermudah dan mempercepat layanan penerbitan sertifikat. Salah satunya dengan turun ke desa dan mengakomodir penerbitan sertifikat tanah secara kolektif. abdul rouf

Selasa 12 November 2013

Related News