Lelang Jabatan Kepsek Dipercepat

JAKARTA– Berbagai tindakan tidak terpuji pelajar menyebabkan Pemprov DKI Jakarta berencana mempercepat lelang jabatan kepala sekolah (kepsek). Lelang akan digelar akhir tahun ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, percepatan lelang jabatan itu diharapkan akan melahirkan kepala sekolah dan pengawas yang betul-betul mempunyai niat dan usaha meningkatkan kualitas moral, karakter, dan emosional pelajar. Berbagai penyimpangan mulai tawuran dan sebagainya akan berkurang.

”Seperti lelang jabatan untuk lurah dan camat. Kami menjamin, proses pelaksanaan seleksi promosi terbuka jabatan kepala sekolah tidak akan melanggar peraturan karena melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang juga melibatkan wali kota,” kata Basuki di Balai Kota kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, lelang jabatan kepala sekolah akan dilakukan akhir 2013. Saat ini pihaknya masih membahas pedoman penyelenggaraan lelang. Jika sudah selesai, pendaftaran lelang kepala sekolah ini segera dibuka.

”Jika pedoman sudah selesai dibahas, kami akan menghadap sekda. Masalahnya kan bukan lelang, tapi pedomannya dulu sebagai acuan dalam rangka menjalankan perintah dan instruksi dari Pak Gubernur sehingga semua bisa berjalan dengan proporsional,” paparnya.

Yudi menjelaskan, sistem lelang jabatan kepala sekolah bertujuan untuk mencari calon-calon kepala sekolah yang berkualitas dan memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya. Permasalahan yang terjadi di sekolah selama ini dapat diminimalisasi. Seperti kasus video porno siswi salah satu SMP di Jakarta yang belakangan ini ramai diberitakan.

Proses lelang jabatan akan melibatkan berbagai pihak seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), Inspektorat, Biro Hukum, Biro Kesejahteraan Masyarakat, dan Sekretaris Daerah (Sekda). ”Seleksi terbuka kepala sekolah berlaku bagi guruguru yang ada di lingkup pendidikan, tetapi terbatas pada wilayah DKI Jakarta,” ungkapnya.

Saat ini, kata Taufik, di DKI Jakarta terdapat 2.220 sekolah dasar negeri (SDN), 289 sekolah menengah pertama (SMP), dan 117 tingkat sekolah menengah atas negeri (SMA). Sedangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) ada 63 sekolah. Mengenai prasyarat peserta lelang, selain harus guru di Jakarta, peserta yang diikutsertakan juga harus sesuai profesi yakni tenaga didik seperti guru yang masuk dalam golongan 3 C.

Guru honorer serta guru bantu belum diperbolehkan ikut lelang. ”Para peserta lelang jabatan kepala sekolah akan menjalani tes akademik, psikotes, wawancara, dan paparan yang dilakukan dengan akuntabel,” ungkapnya.

Sebelumnya prosespengangkatan jabatan kepala sekolah diganti dari cara lama yakni berdasarkan rekomendasi kepala sekolah sebelumnya atau dari pengawas sekolah. Lelang terbuka jabatan kepala sekolah ini menggunakan tes berjenjang. Mulai dari kompetensi akademik, wawancara, psikotes, dan beragam tes lainnya. Semua itu dikerjakan secara terukur.

Lelang jabatan sebelumnya diberlakukan untuk posisi camat dan lurah. Hasilnya, banyak muka baru menduduki jabatan strategis di eselon III dan IV tersebut. Dari 415 lurah dan camat yang dilantik Juni lalu, sebanyak 93 orang peserta lelang jabatan dari pejabat nondefinitif lurah dan camat. Dari 93 orang itu, sebanyak 17 menjadi camat dan 76 lurah.

Dari pantauan bulan lalu, lurah dan camat di DKI Jakarta hasil rekrutmen lelang jabatan memiliki gaya kepemimpinan beragam. Mereka kerap memiliki gaya yang unik dalam memimpin bawahannya. Tapi, umumnya mereka kini lebih ramah terhadap bawahannya. bima setiyadi


Jumat 22 November 2013

Related News