Pilbup Tegal Berujung di MK

SLAWI– Pasangan calon bupati dan wakil bupati Tegal Edi Utomo-Abasari (DOA) akhirnya mengajukan gugatan hasil pilbup ke Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin. Mereka masih menunggu usainya proses registrasi gugatan.

Sekretaris Tim Kampanye DOA Didik Riyanto mengatakan, gugatan didaftarkan pada Rabu (6/11) siang. Sejak masa pendaftaran itu hingga kemarin sore, tim masih menunggu proses registrasi di MK selesai. “Gugatan itu diserahkan oleh kuasa hukum Edi-Abasari,” ucapnya kemarin. Didik menolak memberi keterangan soal materi gugatan, dia hanya mengatakan ada dua materi yang disampaikan, yakni materi pokok dan materi tambahan. “Soal isi kita tidak mau membeberkan. Itu kami serahkan ke tim kuasa hukum DOA. Yang jelas, kita sudah mendaftarkan gugatan itu ke MK,” kata Didik.

Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Tegal Ikhwan Taufik mengatakan, KPU sudah mendengar ada gugatan pasangan calon ke MK. KPU belum mengetahui secara pasti materi pokok gugatan. “Namun, untuk materi pokok, kita masih menunggu surat atau faksimile dari MK,” ucapnya. Berdasarkan aturan, materi gugatan biasanya baru ditembuskan ke KPU maksimal tiga hari sejak gugatan diregistrasi MK. Termasuk pemberitahuan jadwal sidang pertama.

Sebelumnya, pihaknya sudah mengirim surat ke MK yang isinya permohonan bila ada gugatan pilbup untuk bisa segera diberi tahu. “Rabu malam salah satu anggota KPU juga berangkat ke MK untuk memastikan ada gugatan atau tidak,” ujarnya. Dia menilai gugatan merupakan sesuatu yang wajar dalam proses demokrasi. Bahkan, merupakan bukti dari kedewasaan politik di Kabupaten Tegal.

“Kita menghargai ini sebagai bentuk kedewasaan politik di Kabupaten Tegal. Dan kita siap menghadapi gugatan itu,” ucapnya. Di Kota Tegal, gugatan pasangan Ikmal Jaya-Edi dikuasakan pada Fadli Nasution. Sampai sekarang dia dan tim kuasa hukum masih menunggu nomor registrasi dari MK. “Kami akan menunggu satu hingga dua minggu ke depan,” ucap Ikmal.

Gugatan tersebut merupakan gugatan terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal yang sudah menetapkan Siti Mashita Soeparno- M Nursholeh sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih. Sebelumnya, Ikmal menjelaskan gugatan tersebut dilakukannya berdasarkan laporan warga Kota Tegal tentang adanya dugaan politik uang oleh paslon nomor urut 3 itu.

Kasus dugaan politik uang tersebut hingga kini masih dalam tahap klarifikasi lanjutan oleh Panwaslu Kota Tegal. Beberapa bukti sudah dikantongi Panwaslu untuk bekal masa penyidikan seperti amplop berisi uang yang dibagikan, Surat keputusan (SK) tim kampanye sebagai legalitas terlapor sekaligus pelapor, undangan tim kampanye, dan uang Rp 50.000 yang diberikan tim pusat pada terlapor.

M Nursholeh mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa dokumen dan pengacara untuk menghadapi gugatan. “Menggugat kanhak mereka, jadi tidak masalah,” ucap Nursholeh. Pihaknya siap menghadapi proses hukum dan risiko yang akan diterimanya. “Kami akan menunggu instruksi proses hukum yang berjalan,” ucapnya. akrom hazami

Jumat 08 November 2013

Related News