KPP Purwokerto Jadi Percontohan

Salah seorang pegawai pajak tengah memberikan pelayanan pada wajib pajak, di kantor KPP Purwokerto baru-baru ini. KPP ini menjadi percontohan karena menawarkan pelayanan yang menarik.

YOGYAKARTA – Kesan pelayanan kantor pajak yang berbelit- belit, lama, dan tidak ramah pada wajib pajak kini sudah tidak berlaku lagi.

Kantor pelayanan pajak kini telah berbenah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu KPP (kantor pelayanan pajak) yang belum lama ini mendapat juara dua kantor pelayanan pajak terbaik adalah KPP Purwokerto. Keberhasilan KPP Purwokerto menjadi juara dalam lomba pelayanan kantor pajak terbaik tak terlepas dari terobosan menarik yang dibuat KPP Purwokerto untuk menarik minat masyarakat menjadi wajib pajak yang tertib dan taat aturan.

Berdiri tahun 1965 dengan nama Kantor Dinas Luar Th I Banyumas, kini KPP Pratama Purwokerto tampil dengan pelayanan yang semakin terbuka di masyarakat. Bila selama ini konsultasi terkait pajak dilakukan di ruang tertutup, di KPP Pratama Purwokerto semua dilakukan secara terbuka. Bahkan , berbagai fasilitas pendukung seperti perpustakaan mini ditempatkan di pusat pelayanan agar masyarakat tak bosan.

”Berbagai terobosan memang kita lakukan agar masyarakat tertarik untuk datang ke KPP Pratama Purwokerto. Seperti meja konsultasi yang dikonsep menarik, penambahan fasilitas dan peningkatan pelayanan. Kami tidak mau jika kantor pajak terkesan menakutkan karena aktivitasnya yang selalu tertutup,” kata Kepala KPP Pratama Purwokerto Mulyono Marsandi beberapa waktu lalu. Tak hanya dari segi tampilan, berbagai aplikasi menarik juga dihadirkan kantor yang menjadi juara kedua dalam lomba pelayanan percontohan Kementerian Keuangan tahun 2013 ini.

Mulai dari SMS Reminder yang selalu mengingatkan hak dan kewajiban pajak masyarakat, Aplikasi Permohonan Pelayanan, Aplikasi Perminjaman Berkas hingga Aplikasi Pelaporan. ”Efek dari perubahan itu sangat luar biasa. Tahun ini kantong laporan masyarakat terkait keluhan kantor pajak kosong. Dengan kata lain, masyarakat puasdenganpelayananyangkita berikan,” ujar Mulyono. Meski masih ditemukan masyarakat yang enggan membayar pajak, persentase dari tahun ke tahun terus menunjukkan penurunan. Pada 2012 lalu KPP Pratama Purwokerto mengklaim mampu melebihi target kinerja kepatuhan surat tagihan pajak (STP) yang dibebankan.

”Seperti pada 2012 lalu dari rencana penerimaan sebesar Rp500,265 miliar, KPP Pratama Purwokerto berhasil menggaet dana Rp537,606 miliar atau tumbuh 31,13% dari tahun sebelumnya. Kunci keberhasilan kami bukan hanya dari fasilitas atau sarana saja, tapi dari penerimaan,” ujar Kasi Pengawasan dan Konsultasi (Waskon) II Iwan Prasetyo.

Tak hanya itu, KPP yang berlokasi di kawasan Jalan Gatot Subroto 107 itu juga melengkapi fasilitasnya dengan informasi pajak dalam layanan touch screen. Termasuk menyediakan layanan mandiri melalui monitor. windy anggraina

Kamis 12 Desember 2013

Related News