Wali Kota Persilahkan KPK Usut Bokongsemar

TEGAL- Wali Kota Tegal Ikmal Jaya mempersilahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus tukang guling aset tanah pemkot dengan tanah yang akan digunakan untuk membangun TPA Bokongsemar.

Hal ini setelah penyidik KPK sejak Rabu (18/12) turun ke Kota Tegal untuk memeriksa sejumlah orang yang terkait dengan Bokongsemar. “Silahkan saja diusut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kata Ikmal kemarin. Menurut Ikmal penyidik KPK sebelumnya juga sudah pernah datang ke Tegal sekitar satu tahun yang lalu. Namun untuk kedatangan kali ini, Ikmal mengaku tidak mengetahuinya. “Sekitar satu tahun yang lalu. Kalau sekarang saya malah belum tahu kalau dari KPK datang lagi,” ujarnya.

Ikmal menambahkan, selain KPK penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah juga sudah mengusut tukar guling Bokongsemar. Bahkan enam bulan sebelum kedatangan penyidik KPK, penyidik Kejati sudah menutup penyelidikan yang dilakukan karena dianggap tidak ada unsur tindak pidana korupsi. “Jadi sebenarnya oleh Kejati ini sudah ditutup karena tidak ada masalah,” tukasnya. Sebelumnya, kedatangan penyidik KPK ke Kota Tegal dibenarkan Kapolresta Tegal AKBP Darmawan Sunarko.

“Yang datang ada sekitar tujuh sampai 10 orang,” ujar Darmawan. Ketua LSM Humanis Kota Tegal Agus Slamet menyambut baik langkah KPK menyelidiki kasus tukar guling Bokong Semar. Dia menilai tukar guling tersebut menyalahi aturan karena tidak melalui persetujuan DPRD. “Patut diduga ada indikasi korupsi oleh pihak-pihak terkait,” tandasnya kemarin.

Tukar guling lahan untuk dijadikan TPA Bokong Semar dilakukan pada 2011. Pemkot Tegal menukar lahan seluas 142.000 m2 di Bokongsemar, Margadana degan aset tanah milik pemkot seluas 6 hektare. ●farid firdaus

Kamis 26 Desember 2013

Related News