22 Klub Dibagi Wilayah Barat-Timur

Para pemain dan ofisial Arema Cronous merayakan kemenangan atas Persebaya Surabaya, pada laga final East Java Tournament 2013 di lapangan AAL Bumimoro, Surabaya, kemarin sore.

JAKARTA- PSSI akhirnya menetapkan 22 klub yang akan berlaga pada kompetisi Indonesisa Super League (ISL) 2014. Namun, lima di antaranya lolos dengan catatan khusus terkait masalah finansial. Kelimanya adalah Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persijap Jepara, Persik Kediri, dan Perseru Serui.

Dari hasil verifikasi awal terhadap 25 klub, tiga klub dinyatakan gagal ikut kompetisi, yaitu Persepar, Perseman, dan Pro Duta. Sementara 22 klub lainnya menjadi kandidat peserta kompetisi. Dan, dari 22 klub itu, sembilan di antaranya mendapatkan catatan khusus dari PSSI, termasuk persoalan keuangan. “Dari sembilan klub yang bermasalah itu, ada 5 klub terkait keuangan dan 6 klub yang terkait stadion.

Berdasarkan pleno yang dilakukan Liga Indonesia dan Komite Kompetisi, PSSI akhirnya memutuskan dan menetapkan peserta kompetisi ISL 2014 definitif 22 klub,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono, dikutip Liga Indonesia. Terkait klub-klub bermasalah keuangan yang tetap diloloskan, Joko punya alasan sendiri. Bahkan, tiga klub di antaranya tengah dalam proses menyelesaikan kewajiban utangnya. SFC misalnya, kewajiban utangnya tinggal Rp1,7 miliar per 20 Desember lalu.

Awalnya, sebelum 10 Desember, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu masih berutang Rp3,4 miliar. ”Ada progres signifikan yang dilakukan ketiga klub tersebut. Sriwijaya FC misalnya, kewajiban utangnya per 20 Desember lalu tinggal l Rp 1,7 M. Persela Lamongan juga demikian. Dari awalnya Rp5,2 miliar, setelah 20 Desember menyisakan Rp 500 juta. Sementara Persijap, dari total Rp 2 miliar, kini tersisa tunggakan sekitar Rp 300 juta,” tegas Joko.

Joko menambahkan, ketiga klub tersebut akan melunasi kewajiban utangnya sebelum kompetisi dimulai pada 1 Februari 2014. Jika ketiganya tidak bisa menyelesaikan kewajiban, akan ada dua sanksi yang diterima, yakni klub hanya boleh maksimal mendaftarkan 18 pemain yang disahkan, dan hak komersialnya akan ditangguhkan. Dua klub lain yang memiliki financial dari PSSI adalah Persik dan Perseru. Namun, Liga telah membantu mereka dalam melakukan rasionalisasi budget. Bahkan, Liga juga akan langsung memonitor seluruh upaya penyelesaiannya.

Karena itu, kedua klub ini diloloskan dalam verifikasi PSSI. Sementara itu, terkait masalah infrastruktur Joko menyebut enam klub. Stadion yang mereka ajukan dinilai tidak standard. Alhasil, Persita Tangerang, Perseru Serui, dan Persiram Rajaampat dipaksa untuk pindah. Persita akan menggunakan Stadion Singaperbangsa, Karawang, Perseru di Stadion Mandala, sementara Persiram memakai Stadion Maguwoharjo, Sleman. “Persiram dengan cadangan yakni Stadion Mandala, tapi akan kami putuskan sebelum Inter Island Cup digelar.

Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, dan Persik Kediri akan dimonitor dengan ketat. Sampai pertengahan Januari 2014, mereka harus membenahi kualitas lapangan dan lampu,” tegas Joko. Yang jelas, Joko berharap semua klub sudah tidak memiliki masalah jelang kompetisi dimulai Februari tahun depan. Dia juga menyatakan bahwa dengan jumlah 22 klub yang akan tampil, PSSI akhirnya menetapkan format kompetisi dua wilayah yang pembagian grupnya akan dilakukan pekan depan.

“Jadi, ada dua grup atau wilayah pada kompetisi ISL nanti, yakni Barat dan Timur. Setiap wilayah akan ada 11 klub. Namun, ” ujarnya. ”Kami masih mempertimbangkan untuk klub di Jawa Timur dan Kalimantan. Ada opsi 2-3 klub di Jawa Timur akan masuk wilayah Barat, asalkan klub di Kalimantan pindah ke wilayah Timur. Kami akan menetapkan dalam grouping nanti,” tutur Joko.

Arema Boyong Piala Gubernur

Sementara itu, Arema Cronous akhirnya memboyong Piala Gubernur Jatim 2013. Setelah beberapa bulan lalu menjuarai Menpora Cup 2013, Arema menutup tahun dengan gelar juara East Java Tournament 2013 setelah mengalahkan Persebaya 1-0 pada laga final yang digelar di lapangan Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro, Surabaya, kemarin sore. Kemenangan Arema ditentukan striker Samsul Arif via tendangan kerasnya di menit 19.

Uniknya , semusim lalu Samsul juga mencetak gol di laga final Piala Gubernur Jawa Timur 2012, tapi ke gawang Arema Cronous saat membawa timnya Persela Lamongan menjadi juara di Stadion Kanjuruhan. Samsul juga menambah derita Persebaya semakin pahit. Striker berusia tahun ini sebelumnya menjadi incaran utama klub asal Kota Pahlawan di bursa transfer musim ini. Tapi justru Arema yang mendapatkan servisnya karena pemain kelahiran Bojonegoro itu memang ingin ke Malang.

Bagi Persebaya, kekalahan ini menjadi sangat memalukan karena sebelumnya menolak bermain di Malang. Tapi ketika bermain di Bumimoro yang secara geografis berada di wilayahnya sendiri, Persebaya bermain buruk dan harus memberikan trofi kepada seteru abadinya. Padahal Panitia East Java Tournament sejak awal sudah menunjuk Stadion Kanjuruhan sebagai venue laga final.

Bahkan kepolisian juga telah memberikan izin untuk pertandingan di Kanjuruhan, sementara stadion lain tidak mendapatkan jaminan keamanan. Ngototnya Persebaya akhirnya terbayar oleh malu. ”Selamat kepada tim yang bermaindisiplindemigelarjuara. Kami sempat dibingungkan jadwalfinal, malamsebelumpertandingan baru ke Surabaya. Tapi anak-anak bisa tetap fokus di lapangan. Semoga gelar ini menjadiawalbagusbagi perjalananArema pada 2014,” tutur Suharno, Pelatih Arema Cronous.

Di pihak lain, Asisten Pelatih Persebaya Tony Ho dengan jujur mengakui timnya gagal menunjukkan performa terbaiknya di laga tersebut. Alih-alih ingin menguasai pertandingan seperti di semifinal lawan Persela, timnya malah terus berada dalam bayang-bayang Singo Edan. ”Kami tidak tampil dengan permainan terbaik. Harusnya kami bangkit di babak kedua, tapi itu tak bisa dilakukan. Maaf tidak bisa memberikan kemenangan,” kata Tony Ho. m ridwan/ kukuh setyawan

Kamis 26 Desember 2013

Related News