Pengumuman CPNS Honorer K2 Kacau - Website Tak Bisa Dibuka, Kemenpan Berdalih Nunggu Izin Presiden

SEMARANG– Pengumuman seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) honorer K2 yang dijadwalkan kemarin lewat Iaman www.menpan.go.id kacau. Website milik Kementerian PAN-RB itu justru tak bisa diakses. Nasib 39.972 honorer kategori K2 di Jawa Tengah semakin tak menentu.

Penundaan pengumuman ini sudah yang ke tiga kalinya. Semula, pengumuman direncanakan 21 Desember 2013. Namun kemudian ditunda akhir Januari. Lagi-lagi molor dan pemerintah menjanjikan akan diumumkan pada 5 Februari. Tetapi, dalam kenyataannya sampai kemarin honorer K2 harus gigit jari. Seperti yang dialami ratusantenagahonorerK2dilingkungan Pemkab Karanganyar yang kecewa karena pengumuman hasil tes CPNS yang ditunggu tak kunjung ada kejelasan. Sejakpagi, merekatelahmendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar untuk menunggu pengumuman.

Namun hingga siang, mereka tidak mendapat kejelasan apa pun. ”Dari keterangan yang saya dapatkan, katanya diumumkan jam dua siang. Tapi sampai sore tidak ada kejelasan,” ujar Ramelan, 42, penjaga sekolah di SDSLB Cangakan saat menunggudidepankantorBKDKaranganyar, kemarin. Pria yang tinggal di Perumnas Palur, Jaten ini mengaku telah menunggu sejak pukul 10.00 WIB. Dirinya kecewa pengumuman CPNS honorer terus mengalami penundaan.

Padahal, Ramelan sangat berharap dapat diangkat menjadi CPNS setelah bekerja sebagai honorer sejak 2001 lalu. Selama ini, pendapatan sebagai pegawai honorer hanya Rp350.000 per bulan. Sedangkan istrinya tidak bekerja. ”Saya juga memiliki tiga anak yang membutuhkan biaya sekolah,” tuturnya. Karena gaji honorer tidak cukup, dirinya harus bekerja ekstra menjadi sopir setelah jam kerja selesai. Hal senada diungkapkan Sudaryono, 42, yang selama ini sebagai pesuruh di SMP Negeri 1 Matesih.

Dia kecewa karena informasi pengumuman kelulusan melalui websitemaupun secara konvensional di BKD belum juga muncul. ”Katanya diumumkan di website, tapi kok belum muncul. Kami nanya ke BKD katanya disuruh nunggu,” ungkapnya. Selama menjadi pesuruh sekolah, dia hanya menerima gaji Rp200.000 per bulan. Karena itu, Sudaryono berharap dapat diterima sebagai CPNS agar kesejahteraan hidupnya meningkat. ”Makanya saya juga nyambi buka toko kelontong di rumah,” tutur pria yang telah bekerja sebagai pesuruh selama 16 tahun.

Kepala BKD Karanganyar Larmanto mengaku, pihaknya belum menerima informasi terkait pengumuman kelulusan CPNS honorer K2 dari BKN. Diakuinya, banyak honorer yang menanyakan kejelasan baik melalui telepon, SMS hingga datang langsung ke BKD. Namun dirinya tidak dapat berbuat banyak karena hal itu ditangani sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Kekecewaan yang sama juga dialami ratusan tenaga honorer K2 di Kabupaten Kudus dan Jepara. ”Sangat kecewa sekali.

Sudahberkali- kalipengumumanditunda, inimalah websitetidakbisa dibuka sama sekali. Ini sebenarnya ada apa,” kata Wahyu, salah seorang tenaga honorer yang mengabdidisalahsatuSDNdiKecamatan Jati, Kudus, kemarin. Kekecewaan Wahyu yang sudah menjadi tenaga honorer selama 8 tahun ini beralasan. Sebab, rekrutmen CPNS jalur K2 tahun ini merupakan peluang terakhir dirinya bisa menjadi abdi negara. ”Saya hanya ingin tahu lolos atau tidak. Itu saja. Tapi ternyata itu pun sulit sekali.

Pemerintah sepertinya memang tidak menghargai kinerja para tenaga honorer,” sesalnya. Kekecewaan serupa juga diungkapkan Mundofar alias Rio Aditama, tenaga honorer yang mengabdi bertahun-tahun sebagai penyiar Radio Kartini Jepara. ”Saya sudah kenyang dengan janji-janji pelaksanaan pengumuman. Meski kecewa sekali namun saya berusaha santai saja,” jelasnya. Terpisah, PltKabidDiklatdan Pengembangan pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus, Revlisianto Subekti mengatakan tidak mengetahui secara pasti alasan tidak bisa diaksesnya website Kemenpan RB maupun website terkait lainnya.

”Sekitar pukul 11.00 WIBwebsite itu masih bisa saya buka, tapi memang belum ada hasilnya. Namun sayangnyasetelahpukul12.00WIB malah tidak bisa diakses sama sekali,” ucapnya. Saat dikonfirmasi, Karo Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Kemenpan dan RB Herman Suryatman menjelaskan, pengumuman tes honorer K2 mesti menunggu kepulangan presiden. Dia menjelaskan, pada sore hari presiden masih dalam perjalanan dari Pekalongan ke Jakarta. Dia memahami kegelisahan para honorer yang menunggu dengan cemas pengumuman tersebut. Namun koordinasi presiden sangat penting untuk penetapan kelulusan honorer ini.

Akhirnya Ditunda

Sekitar pukul 00.00 WIB tadi pagi websiteKemenpan dan RB bisa diakses. Dalam pengumuman yang ditandatangani Sekretaris Tim Pengarah PANSELNAS, Tasdik Kinantodijelaskan bahwapengumuman CPNS K2 ditunda karena masalah teknis. Penundaandilakukandalamwaktu yang tidak terlalu lama Padahal, sehari sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Azwar Abubakar mengatakan bahwa kemarin akan diumumkan sebagian tenaga honorer yang akan menjadi CPNS melalui laman www.menpan.go.id. ”Kami jadi umumkan tanggal 5 Februari. Namun tidak semua diumumkan (hanya sebagian daerah dan instansi pusat),” katanya pada konferensi pers di Gedung Kemenpan dan RB, Selasa (4/2) lalu.

Harus Transparan

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Teguh Yuwono berharap, kekacauan pengumuman CPNS di website ini tidak dijadikan kamuflase dari Kemenpan RB. ”Bisa saja sebetulnya kementerian tersebut belum siap,” katanya. Jika kemudian kekacauan website ini sekadar kamuflase dari belum siapnya Kemenpan RB, maka hal tersebut bisa disebut pembohongan publik. ”Dan ini bisa dipersalahkan. Karena tidak ada kepastian,” tegasnya. Seharusnya, jelas dia, sisi teknis dalam hal ini website telah dipersiapkan secara matang.

Kasus ini menurutnya, mirip dengan elektronik-KTP dimana sistemnya tidak disiapkan secara maksimal. ”Masyarakat tahunya hasil. Mereka nggak mau tahu apa sebabnya. Apalagi sebelumnya sudah ditegaskan CPNS bagi honorer K2 ini akan diumumkan lewat website,” paparnya. Dia juga tidak sepakat, jika pengumuman CPNS tersebut harus menunggu kedatangan Presiden. Sebab dipastikan sebelumnya, Presiden telah memberikan rambu-rambu atau garis beras tentang penerimaan, maupun pengumuman dari seleksi tersebut. ”Kecuali sifatnya darurat, gawat. Misalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), itu harus menunggu Presiden,” tandasnya.

Tes CPNS Dibuka Lagi Juni

Pemerintah akan membuka kembali tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Juni nanti. Kuota yang akan dibuka mencapai 100.000 orang. Azwar Abubakar meminta para peserta seleksi CPNS tahun anggaran 2013 yang tidak diterima untuk kembali mempersiapkan diri mengikuti tes serupa tahun 2014 ini. ”Seleksi CPNS tahun 2014 direncanakan tes akan dilangsungkan bulan Juni atau Juli, sehingga masih ada waktu sekitar 4 bulan untuk belajar lagi,” kata Menpan dan RB di gedung Kemenpan dan RB kemarin.

Dia memperkirakan, kuota yang akan diberikan mencapai 100.000 orang. Jumlahnya mengalami kenaikan dari tahun lalu yang mencapai 65.000 kuota. Namun kuota  tahun lalu pun tidak tercapai karena yang diterima hanya 58.000 orang. Menteri menekankan, selain ada yang tidak mencapai ambang batas penilaian, ujarnya, tidak tercapai kuota itu terjadi ada beberapa posisi yang tidak ada pelamarnya dan begitu pula sebaliknya. Khusus terhadap peserta seleksi CPNS dari jalur tenaga honorer kategori 2 (K2) yang tidak memenuhi passing grade, Menteri PAN-RB meminta pemerintah daerah untuk bijak dalam memperlakukan mereka. ary wahyu wibowo/ muhammad oliez/ neneng zubaidah/ muh slamet   


Kamis 06 Februari 2014

Related News